Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, mengajak generasi muda untuk tidak melupakan warisan pemikiran dari para pendahulu.
Menurutnya, nilai-nilai luhur yang ditanamkan para tokoh muda masa lalu harus dijadikan pijakan dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia melihat, keteladanan para pemuda terdahulu tetap relevan untuk dijadikan rujukan, baik dalam aspek keagamaan, nasionalisme, hingga filsafat dan moralitas.
“Ketika generasi sekarang mengabaikan jejak para pemuda masa silam, kita kehilangan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang beradab dan beretika,” ujarnya, Jum’at (13/6/2025).
Agusriansyah menekankan bahwa nilai-nilai dari masa lalu tidak serta merta usang. Justru, banyak dari pemikiran-pemikiran tersebut yang bisa diadaptasi dan disesuaikan dengan kondisi kekinian.
“Yang diperlukan hanyalah menyesuaikannya dengan dinamika saat ini, bukan menolaknya mentah-mentah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kecenderungan generasi muda masa kini yang mulai terpaku pada simbol-simbol kemewahan dan materialisme.
Menurutnya, orientasi hidup seperti itu berpotensi menjauhkan pemuda dari aspek-aspek fundamental seperti moralitas, kelestarian lingkungan, dan spiritualitas.
“Jika arah hidup hanya soal mengejar kemewahan, maka akan banyak hal penting yang ditinggalkan, seperti akhlak, nilai kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Agusriansyah mengingatkan pentingnya keseimbangan antara produktivitas dan etika. Dalam konteks pembangunan, kata dia, keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari sisi kinerja atau capaian ekonomi, tapi juga dari karakter dan integritas pelakunya.
“Produktif itu bagus, tapi harus diiringi dengan akhlak yang baik. Kita tidak bisa membangun masa depan hanya dengan kecakapan, tanpa disertai nilai moral,” tandasnya.
Dengan menghidupkan kembali semangat dan prinsip luhur generasi sebelumnya, Agusriansyah yakin generasi muda Kaltim dapat menjadi kekuatan transformatif yang membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi daerah dan bangsa. (Adv/dprdkaltim)
