Timesnusantara.com — Samarinda. Program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui skema Gratispol mendapat perhatian serius dari DPRD Kaltim. Wakil Ketua Komisi II, Sapto Setyo Pramono, mengingatkan bahwa program tersebut hanya akan berjalan optimal bila didukung oleh basis data yang benar-benar valid dan akurat.
“Kalau data yang digunakan tidak presisi, dampaknya bisa fatal. Program seperti ini sangat rentan salah sasaran,” ujarnya, Senin(16/6/2025).
Sapto menekankan bahwa masalah pendataan sudah pernah menjadi persoalan dalam program beasiswa sebelumnya.
Ia mengingatkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahkan sempat mencatat sejumlah temuan terkait ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan pendidikan.
“Catatan dari BPK itu cukup jadi pelajaran. Jangan sampai masalah serupa muncul kembali di program Gratispol,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Salah satu kekhawatiran utamanya adalah ketika bantuan justru jatuh ke tangan yang tidak berhak karena informasi data penerima tidak sesuai.
Hal semacam ini, menurutnya, tak hanya melukai rasa keadilan, tetapi juga dapat menimbulkan ketegangan sosial di tengah masyarakat.
“Kalau penerima tidak sesuai dengan kriteria, pasti akan menimbulkan pertanyaan di lapangan. Kecemburuan sosial bisa jadi efek lanjutannya,” lanjutnya.
Untuk menghindari hal tersebut, Sapto mengusulkan agar proses verifikasi dan validasi data dilakukan lebih ketat, serta melibatkan lebih banyak pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.
“Koordinasi antarlembaga sangat penting. Data dari Dinas Sosial bisa jadi acuan untuk menilai siapa yang benar-benar berhak,” imbuhnya.
Menurut Sapto, Gratispol memiliki potensi besar untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu. Namun, manfaatnya baru akan terasa bila sistem pendataannya kuat dan transparan.
“Kalau sistemnya tertata rapi, bantuan pendidikan bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Itulah tujuan utama dari program ini,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)
