Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Program Sekolah Garuda yang tengah digagas pemerintah pusat mendapatkan dukungan dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, dukungan itu disertai catatan penting soal kepastian hukum dan keberlanjutan program agar benar-benar mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menggarisbawahi perlunya regulasi yang jelas dalam pelaksanaan program ini.

Ia menyebut, tanpa dasar hukum yang kuat, keberlangsungan Sekolah Garuda bisa terancam dan berisiko gagal dalam membangun ekosistem pendidikan unggul.

“Kalau bicara ekosistem pendidikan, maka kita tidak bisa berpikir jangka pendek. Harus berkelanjutan dan berpijak pada keadilan serta nilai-nilai Pancasila,” tegas Agusriansyah, usai menghadiri kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Stella Christie, di SMAN 10 Samarinda, Rabu (18/6/2025).

Ia menyebutkan bahwa Sekolah Garuda bukan sekadar proyek elit, melainkan cikal bakal terbentuknya sistem pendidikan yang mampu bersaing secara global. Untuk itu, indikator keberhasilan dan standar pelaksanaannya harus dibuat terang, bukan sekadar retorika politik.

Agusriansyah juga mendorong agar regulasi yang mendasari program ini tidak berhenti pada kebijakan pusat saja. Ia menganjurkan agar Undang-Undang atau Peraturan Presiden tentang penyelenggaraan Sekolah Garuda bisa diturunkan menjadi peraturan daerah (Perda) agar semua pihak bisa berkontribusi.

“Pemerintah, swasta, bahkan orang tua siswa pun harus bisa berperan aktif. Jadi, aturannya jangan hanya top-down, tapi inklusif dan aplikatif,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Prof. Stella Christie memastikan bahwa Sekolah Garuda adalah program strategis nasional yang telah diperkuat dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Ia juga menyebutkan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) tengah disiapkan sebagai dasar hukum lanjutan program ini.

“Ini bukan proyek politis. Sekolah Garuda disiapkan untuk membuka akses pendidikan unggul hingga ke pelosok, terutama wilayah Indonesia Timur,” ucap Stella.

Ia menambahkan, riset panjang selama satu tahun menjadi fondasi pengembangan Sekolah Garuda. Selain dibangun di kota-kota besar, banyak sekolah juga dikembangkan di daerah tertinggal, agar tidak terjadi ketimpangan akses pendidikan.

“Sekali lagi kami tegaskan, ini bukan proyek pencitraan, melainkan investasi masa depan untuk generasi emas Indonesia,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *