Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya untuk menekan disparitas pendidikan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui arahan langsung dari Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, pemetaan kebutuhan sekolah mulai dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kaltim.

Kepala UPTD Teknologi Komunikasi (TekKom) Dinas Pendidikan Kaltim, Awaluddin mengungkapkan bahwa ketimpangan fasilitas sekolah di sejumlah desa masih menjadi tantangan nyata, terutama di kawasan yang belum memiliki akses listrik memadai.

“Memang tidak bisa kita pungkiri, beberapa desa terutama di wilayah 3T kondisinya masih tertinggal. Disparitas itu terjadi salah satunya karena keterbatasan infrastruktur dasar seperti listrik,” ujar Awaluddin, Rabu (18/6/2025).

Pemetaan yang dilakukan tidak hanya sebatas data lokasi sekolah, namun juga menyangkut identifikasi kebutuhan spesifik tiap sekolah. Ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat guna dan tidak mubazir.

“Misalnya, kalau sekolah tersebut kekurangan meja dan kursi, maka itulah yang harus kita bantu. Tapi kalau perabot sudah lengkap, maka kita fokus pada kebutuhan lain seperti laptop, perangkat TIK, atau sarana pendukung lainnya,” jelas Awaluddin.

Ia menambahkan, kebijakan bantuan ke sekolah harus berpijak pada prinsip pemerataan. Artinya, bukan hanya sekolah di perkotaan yang mendapat perhatian, tetapi sekolah-sekolah di pinggiran pun harus mendapatkan hak yang sama.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan listrik di sejumlah daerah. Menurut Awaluddin, hal ini membuat distribusi bantuan seperti komputer atau alat elektronik lainnya menjadi kurang optimal.

“Kita memang harus komunikasi lebih lanjut dengan pihak PLN jika berkaitan dengan kebutuhan listrik. Tapi setidaknya, dari sisi sarana pendidikan, kita harus mulai bergerak dari sekarang,” tegasnya.

Dengan pemetaan yang lebih akurat dan pendekatan berbasis kebutuhan, Dinas Pendidikan berharap kesenjangan antar sekolah di Kaltim bisa terus ditekan. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kaltim sebagai provinsi pendidikan unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *