Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Insiden kebakaran di Wisma Atlet kembali memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya sistem pemeliharaan aset pemerintah. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menyatakan bahwa fasilitas pengamanan kebakaran di berbagai gedung milik Pemprov harus segera diaudit dan dicek secara berkala.

Sapto menegaskan bahwa bangunan milik daerah merupakan hasil dari kucuran dana publik yang wajib dijaga secara serius.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah lebih sadar bahwa membangun saja tidak cukup, tetapi sistem perawatan harus menjadi bagian yang tak terpisahkan.

“Aset milik provinsi itu dibangun dengan uang rakyat. Tapi kadang kita hanya hebat dalam membangun, lemah saat merawat. Itu problem klasik kita,” tegas Sapto saat diwawancarai usai meninjau Hotel Atlet, yang baru saja mengalami kebakaran pada Rabu malam (18/6/2025).

Ia menyoroti pentingnya memastikan seluruh sistem pengamanan kebakaran seperti fire alarm, hydrant, dan sprinkler dalam kondisi aktif dan siap digunakan kapan pun.

“Sistem pengamanan itu bukan sekadar formalitas. Harus dicek rutin. Saya tahu banyak gedung kita yang alatnya tidak berfungsi karena tidak pernah diperiksa,” ungkap Sapto, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kaltim.

Untuk menjawab masalah itu, Sapto menyatakan akan menyarankan agar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengalokasikan anggaran khusus guna pemeliharaan rutin alat pemadam dan sistem keamanan gedung.

“Saya akan dorong agar Dispora segera menganggarkan biaya perawatan sistem keamanan kebakaran ini secara khusus, tidak bisa ditunda. Ini bukan hanya untuk Wisma Atlet, tapi seluruh gedung milik Pemprov,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, ia juga meminta agar pemerintah mewajibkan pemeriksaan berkala terhadap seluruh fasilitas kebakaran di setiap bangunan milik provinsi minimal satu kali setiap tiga bulan.

“Cek rutin tiap tiga bulan harus jadi standar. Jangan tunggu insiden dulu baru ramai. Kita harus cegah sebelum terjadi,” pungkasnya. (Adv/drpdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *