Timesnusantara.com — Samarinda. Di tengah tantangan ketimpangan akses pendidikan, muncul secercah harapan dari barisan mahasiswa Samarinda. Aksi nyata mereka turun ke masyarakat untuk mengajar, mendampingi, dan mengedukasi, mendapat sorotan positif dari DPRD Kota Samarinda.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengaku terinspirasi oleh semangat para mahasiswa yang tak hanya berkutat di ruang kuliah, tetapi juga menjadikan pendidikan sebagai ladang pengabdian.
“Mahasiswa hari ini bukan hanya pengkritik dari jauh. Mereka hadir langsung di lapangan, menjadi jembatan antara mimpi anak-anak dan kenyataan dunia pendidikan,” ucap Anhar, Minggu (22/6/2025).
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam program-program sosial pendidikan, mulai dari mengajar di pelosok, membuka kelas literasi informal, hingga menyuarakan kebijakan pendidikan adalah kontribusi konkret yang sangat strategis.
“Ini bukan hanya soal idealisme, tapi tentang kepekaan sosial yang tumbuh dari pengalaman. Mahasiswa bisa menjadi motor perubahan jika terus diberi ruang dan dukungan,” tambah politisi dari PDI Perjuangan itu.
Anhar menilai bahwa mahasiswa, terutama dari program studi pendidikan, memiliki peran ganda yakni sebagai agen pembelajaran sekaligus mitra strategis dalam menyuarakan kebutuhan masyarakat yang belum terjangkau oleh kebijakan formal.
Lebih jauh, ia mendorong agar pemerintah daerah menjalin sinergi lebih erat dengan kalangan akademisi.
Baginya, kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan komunitas lokal adalah kunci dalam menciptakan solusi berkelanjutan di sektor pendidikan.
“Gerakan pendidikan dari akar rumput perlu dikoneksikan dengan dukungan kebijakan dari atas. Di sinilah mahasiswa bisa jadi katalis penghubung yang mampu menyatukan visi dan realitas,” jelasnya.
DPRD, lanjutnya, siap mendukung program-program yang melibatkan mahasiswa, baik dalam bentuk pengabdian masyarakat, advokasi, maupun inovasi pendidikan berbasis komunitas.
“Semakin banyak mahasiswa yang turun tangan, semakin kuat ekosistem pendidikan kita. Karena perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tutupnya. (R)
