Timesnusantara.com — Samarinda. Sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Samarinda hingga pertengahan Juli 2025 masih belum berhasil memenuhi daya tampung siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Situasi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang bagi sekolah untuk menggelar gelombang ketiga penerimaan peserta didik baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengungkapkan bahwa permintaan pembukaan jalur tambahan tersebut datang langsung dari beberapa satuan pendidikan, terutama SMK, yang masih kesulitan mencapai kuota minimal di sejumlah jurusan.
“Ada beberapa jurusan di SMK yang masih belum penuh, jadi pihak sekolah mengusulkan pembukaan gelombang ketiga. Kami sudah terima laporan itu, dan pada prinsipnya kami persilakan,” ujar Armin, Sabtu (12/7/2025).
Meski demikian, Armin menegaskan bahwa pengaturan teknis terkait pembukaan gelombang lanjutan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Dinas hanya berperan memberikan izin dan memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan.
“Kami berikan keleluasaan pada sekolah untuk mengatur waktu dan mekanismenya sendiri. Yang penting tetap transparan dan mengikuti ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan Disdikbud, sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran cenderung mengalami hambatan paling besar dalam menjaring siswa baru. Salah satu contoh yang mencolok adalah SMA Negeri 15 Samarinda, yang hingga kini tercatat masih kekurangan pendaftar.
“Data terakhir kami menunjukkan beberapa sekolah seperti SMA 15 Samarinda masih rendah peminat. Sekolah-sekolah di kawasan pinggiran memang masih menghadapi tantangan tersendiri,” jelas Armin.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya minat, mulai dari lokasi yang jauh dari pusat kota, fasilitas yang belum memadai, hingga citra sekolah yang belum sepenuhnya terbentuk baik di mata masyarakat.
Merespons kondisi ini, Pemprov Kaltim berencana mendorong sekolah-sekolah terkait untuk melakukan pembenahan dan inovasi agar mampu bersaing menarik calon peserta didik.
Sementara itu, keberadaan gelombang ketiga diharapkan dapat menjadi solusi tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi siswa yang belum sempat mendaftar atau gagal pada dua tahap sebelumnya. Dengan tambahan kesempatan ini, proses pembelajaran diharapkan tetap dapat berjalan dengan jumlah siswa yang ideal. (Adv Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
