Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menapaki era baru dengan merancang sistem tata kelola pemerintahan yang mengedepankan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Untuk merealisasikan visi tersebut, Pemprov Kaltim menjalin kemitraan strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang akan menjadi mitra utama dalam menyusun konsep transformasi digital secara menyeluruh.

Langkah ini ditegaskan dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di Balikpapan, di mana Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud menyampaikan komitmennya terhadap percepatan digitalisasi sebagai pondasi pemerintahan modern.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional. Teknologi, terutama AI, harus menjadi pilar utama dalam merancang kebijakan dan pelayanan publik yang lebih terarah, akurat, dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rudy, Sabtu (19/7/2025).

Gubernur menekankan bahwa kolaborasi dengan ITB bukan sekadar proyek teknologi, tetapi menjadi jembatan untuk menghadirkan inovasi yang terintegrasi antara sektor pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Proyek kerja sama ini mencakup banyak dimensi, mulai dari pengembangan kota cerdas (smart city), pembenahan sistem informasi pemerintahan, hingga peningkatan kapasitas talenta lokal di bidang teknologi digital.

Prof Suhono Harso Supangkat, Guru Besar dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, menilai Kaltim memiliki modal besar untuk menjadi pionir provinsi cerdas di Indonesia.

“AI bisa menjadi alat bantu yang sangat kuat untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di tingkat daerah. Ini juga akan memperkuat partisipasi publik berbasis data dan meningkatkan transparansi,” terangnya.

Keseriusan pemerintah daerah dalam mengakselerasi agenda digital turut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni. Ia menilai, lintas kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga riset seperti ITB sangat penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

“Kami percaya, pendekatan berbasis data dan inovasi adalah jawaban untuk menjawab tantangan masa depan. Ini tidak hanya memperbaiki cara kerja birokrasi, tapi juga mempercepat layanan publik yang lebih responsif dan tepat sasaran,” tutur Sri Wahyuni.

Pertemuan tersebut turut melibatkan akademisi dari Sekolah Pascasarjana ITB serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim, yang secara aktif mendiskusikan tahapan implementasi proyek percontohan digital di sejumlah sektor prioritas pembangunan daerah. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *