Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Desa Teluk Dalam di Kecamatan Tenggarong Seberang mulai menatap arah baru pembangunan ekonomi lokal.

Melalui rencana pembangunan rumah singgah berkapasitas 20 kamar, pemerintah desa berupaya menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus membuka lapangan kerja bagi warganya.

Rumah singgah ini akan dibangun di lokasi strategis, tepat di depan kantor desa dan tak jauh dari rencana pembangunan rumah sakit. Pemerintah desa melihat potensi besar dari keberadaan fasilitas ini, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, menyebut rumah singgah ini akan menjadi aset produktif desa yang menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes)

Selain sebagai tempat menginap, fasilitas ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dari luar daerah yang datang untuk keperluan bisnis, kunjungan keluarga, atau pelayanan publik.

“Pembangunan rumah singgah itu berada di depan kantor desa. Kita targetkan ada 20 kamar, ini juga bagian dari upaya menciptakan pendapatan untuk desa,” ujar Supian. Sabtu (2/8/2025).

Konsep rumah singgah ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan pemasukan, tetapi juga memberdayakan warga. Pemerintah desa akan melibatkan masyarakat dalam operasionalnya mulai dari petugas kebersihan, pengelola makanan, hingga pelayanan resepsionis.

“Kita akan libatkan UMKM lokal untuk melayani kebutuhan para tamu yang menginap, agar fasilitas yang diberikan lengkap dan memberdayakan warga,” jelasnya.

Langkah ini dianggap sebagai strategi konkret dalam menggerakkan ekonomi desa secara menyeluruh. Pemerintah desa juga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah kabupaten agar pemanfaatan rumah singgah berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap menggunakan Dana Desa. Supian menambahkan, peluang kerja sama dengan pihak ketiga juga terbuka lebar untuk mempercepat realisasi dan pengelolaan yang profesional.

Rumah singgah ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inisiatif serupa di desa-desa lain, khususnya dalam pengelolaan aset yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat. Supian optimistis bahwa jika dikelola serius, dampaknya bisa dirasakan dalam waktu dekat.

“Kami harap ke depan PAD kita meningkat dan bisa kita manfaatkan untuk pembangunan yang lebih luas lagi,” tutup Supian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *