Bagikan 👇

Timesnusantara.com Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kembali komitmennya dalam mempercepat penurunan stunting di daerah.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyoroti pentingnya memperkuat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai lini pertama pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus garda utama pencegahan stunting.

Gubernur yang akrab disapa Harum itu menilai posyandu sebagai layanan yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau. Karena itu, peningkatan kualitas posyandu dan kapasitas kader menjadi langkah strategis dalam memastikan anak-anak Kaltim tumbuh sehat dan bebas stunting.

“Pelayanan kesehatan tidak hanya mengandalkan rumah sakit atau puskesmas. Posyandu yang aktif merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu adalah ujung tombak layanan berbasis komunitas,” ujar Rudy, Minggu (30/11/2025).

Rudy menjelaskan bahwa peran posyandu kini tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meliputi edukasi keluarga terkait gizi seimbang, pola asuh anak, hingga deteksi dini risiko stunting. Melalui pendekatan ini, posyandu diharapkan mampu menjangkau masyarakat di wilayah pelosok dan daerah 3T.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, pemerintah meminta organisasi perangkat daerah memperkuat dukungan kepada para kader posyandu, baik melalui pelatihan, peningkatan fasilitas, maupun penambahan alat penunjang.

Rudy juga mendorong partisipasi dunia usaha melalui program CSR agar penguatan posyandu dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Melalui gerakan posyandu yang lebih aktif dan terkoordinasi, kita berharap percepatan penurunan stunting di Kaltim dapat tercapai secara signifikan,” terangnya.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor merupakan syarat utama untuk memperkuat ekosistem kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Penguatan posyandu menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kaltim dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi—sejalan dengan target nasional penurunan stunting secara berkelanjutan.

Editor : RF
Penulis : Dani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *