Timesnusantara.com – Samarinda – DPRD Kota Samarinda menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur harus merata dan menyentuh kebutuhan dasar warga hingga tingkat lingkungan. Memasuki semester II tahun 2026, legislatif menilai masih banyak kawasan permukiman yang tertinggal fasilitas dasar.
Hal itu merujuk pada aspirasi yang dihimpun dewan melalui reses dan kunjungan lapangan. Warga tidak hanya mengeluhkan jalan utama, tetapi juga jalan lingkungan rusak, drainase buruk, turap jebol, titik banjir langganan, hingga minimnya fasilitas umum.
Ketua DPRD Kota Samarinda H. Helmi Abdullah, S.E., M.M. (Gerindra) menegaskan pembangunan tidak boleh hanya berorientasi proyek mercusuar.
“Pembangunan yang berkualitas itu harus dimulai dari perencanaan yang matang dan tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar habis di jalan protokol, sementara jalan lingkungan warga masih becek dan drainase mampet. Prinsip kami pemerataan,” tegas Helmi Abdullah.
Senada, Wakil Ketua I DPRD Ahmad Vananzda J., S.Sos. (PDI-P) menyoroti pentingnya skala prioritas anggaran.
“Fungsi penganggaran kami kawal ketat. Setiap program OPD harus berdasarkan skala prioritas. Yang dibutuhkan warga sekarang itu turap, drainase, dan penanganan banjir. Itu yang langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua II Drs. Rusdi (Golkar) dan Wakil Ketua III Celni Pita Sari (NasDem) menekankan fungsi pengawasan.
DPRD memastikan pengawasan dilakukan berlapis, mulai dari rapat kerja bersama OPD, evaluasi berkala, hingga sidak langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan dan RAB.
“Kami tidak ingin lagi ada proyek asal jadi. Tim komisi akan turun langsung. Kalau tidak sesuai spek, kami minta bongkar. Ini uang rakyat, harus kembali ke rakyat dalam bentuk infrastruktur yang layak,” kata Celni.
Memasuki momentum Agustus yang identik dengan semangat kemerdekaan, DPRD mendorong Pemkot Samarinda menjadikan percepatan infrastruktur sebagai wujud nyata kesejahteraan. Infrastruktur memadai dinilai kunci untuk mendorong ekonomi warga, akses pendidikan, dan layanan kesehatan
Editor : RF
Sumber : A
