Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda – Persoalan banjir masih menjadi salah satu perhatian utama DPRD Kota Samarinda sepanjang Juli 2026. Intensitas hujan yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah kembali memunculkan genangan pada beberapa kawasan, sehingga mendorong DPRD meminta Pemerintah Kota Samarinda mempercepat program penanganan secara menyeluruh, tidak hanya melalui langkah darurat, tetapi juga solusi jangka panjang.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai pengendalian banjir membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, mulai dari perencanaan tata ruang, pembangunan drainase, normalisasi sungai hingga pengawasan terhadap aktivitas pembangunan yang berpotensi mengganggu daerah resapan air.

Menurutnya, DPRD terus menjalankan fungsi pengawasan agar program penanganan banjir dapat berjalan sesuai target. Ia menegaskan pembahasan anggaran harus benar-benar diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Persoalan banjir merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu setiap program harus memiliki target yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Helmi Abdullah dalam keterangannya pada agenda DPRD.

Selain pembangunan fisik, DPRD juga menilai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko banjir. Upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur agar hasil yang dicapai lebih optimal.

DPRD Kota Samarinda memastikan akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah melalui pembahasan anggaran maupun fungsi pengawasan. Harapannya, berbagai program yang telah disusun dapat mempercepat pengurangan titik banjir dan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Editor: RF
Sumber : A

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *