Timesnusantara.com – KUTIM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat menyerang ternak masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan vaksinasi rutin setiap tahun terhadap sejumlah penyakit hewan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Kutim, drh. Cut Meutia, menyebut vaksinasi antara lain dilakukan untuk penyakit mulut dan kuku (PMK), Jembrana serta Lumpy Skin Disease (LSD).
“Setiap tahun kita melakukan vaksinasi, baik vaksin Jembrana, PMK maupun LSD. Itu menjadi program rutin kita,” ujar Cut Meutia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2026) kemaren.
Program vaksinasi menjadi bagian dari langkah pencegahan agar penyebaran penyakit ternak dapat ditekan.
Kewaspadaan juga diperlukan terhadap ternak yang masuk dari luar daerah.
Menurut Cut Meutia, meskipun ternak telah melalui pemeriksaan sebelum dikirim, gejala klinis penyakit terkadang belum terlihat pada tahap awal.
“Walaupun sudah dikarantina, kadang kita tidak tahu karena gejala klinisnya belum kelihatan. Saat diperiksa sehat, tetapi ketika sampai bisa saja kemudian muncul gejala,” katanya.
Perubahan kondisi selama perjalanan menjadi salah satu faktor yang membuat pengawasan tetap perlu dilakukan setelah ternak tiba.
Apabila petugas menemukan ternak yang menunjukkan gejala mengarah pada PMK, Jembrana maupun LSD, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
“Kalau memang ada gejala, kita melakukan pemeriksaan, pengambilan sampel darah kemudian dilakukan pengujian,” jelas Cut Meutia.
Ia mengatakan masing-masing penyakit memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda.
PMK, misalnya, masih dapat ditangani melalui perawatan terhadap ternak yang terinfeksi.
Sementara LSD memiliki salah satu ciri yang mudah diamati berupa munculnya benjolan atau bentol pada kulit ternak.
“LSD itu ciri-cirinya seperti bentol-bentol di bagian kulit. Penyakit itu masih bisa ditangani dan diobati,” ujarnya.
Melalui vaksinasi rutin, pemeriksaan serta pengawasan terhadap pergerakan ternak, DTPHP Kutim berupaya menjaga kesehatan populasi ternak sekaligus melindungi usaha peternakan masyarakat.
Langkah pencegahan dinilai penting mengingat penyakit hewan menular tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan ternak di daerah. (ADV/Kutim).
Editor : RF
Sumber : ALW
