Timesnusantara.com – Samarinda — Persoalan pengelolaan Pasar Pagi menjadi salah satu perhatian serius DPRD Kota Samarinda pada awal September 2026. Dewan menilai komunikasi rutin dan intensif dengan pedagang diperlukan untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang selama ini dikeluhkan.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan terdapat sejumlah persoalan krusial yang disampaikan langsung oleh pedagang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD.
“Banyak keluhan pedagang Pasar Pagi yang masuk ke kami. Mulai dari kondisi lapak, kebersihan, sepinya pembeli, hingga persoalan fasilitas seperti eskalator dan sirkulasi udara. Semua kita tampung dan kita carikan solusinya,” ujar Iswandi.
Berbagai usulan menyangkut fasilitas pasar akan ditelaah bersama organisasi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perdagangan dan Perumda Varia Niaga sebagai pengelola pasar. DPRD juga membuka ruang untuk membahas kebutuhan teknis secara detail seperti akses keluar-masuk, perbaikan tangga dan eskalator, serta fasilitas pendukung lainnya yang menunjang kenyamanan pengunjung.
“Pasar Pagi ini ikon Samarinda. Jangan sampai dibiarkan sepi. Fasilitas harus dibenahi. Akses harus dipermudah supaya pembeli mau datang lagi,” tegasnya.
Iswandi mengatakan DPRD akan kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan dinas terkait dalam beberapa pekan ke depan untuk membahas tindak lanjut hasil RDP secara lebih teknis dan konkret di lapangan.
Selain itu, komunikasi antara pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang didorong untuk dilakukan secara lebih rutin, terjadwal, dan terbuka, bahkan dapat berlangsung setiap dua pekan sekali dalam bentuk forum komunikasi bersama.
“Kita dorong ada forum rutin, bisa dua minggu sekali. Pedagang bertemu pengelola dan pemerintah. Jadi kalau ada masalah kecil, langsung selesai di forum itu, tidak menunggu besar dan menjadi konflik,” tambahnya.
Menurut DPRD, komunikasi yang konsisten dan terbuka dapat mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar sekaligus mempercepat pencarian solusi yang solutif dan berkeadilan bagi semua pihak.
Dewan juga berharap aspirasi pedagang dapat dibahas dan diputuskan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya laporan di atas kertas, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Dengan pola komunikasi rutin tersebut, DPRD berharap Pasar Pagi dapat kembali bangkit menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai, nyaman, modern, dan memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang maupun masyarakat Kota Samarinda.
Editor: RF
Sumber: A
