Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTAI TIMUR – Pemerintah Kecamatan Sangkulirang terus mendorong penguatan pelayanan dasar sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan pesisir Kutai Timur. Perluasan jaringan listrik dan penyediaan air bersih menjadi dua sektor yang dinilai mengalami perkembangan sepanjang 2025 hingga 2026.

Camat Sangkulirang Cipto Buntoro mengatakan, perluasan layanan listrik PLN terus menjangkau desa-desa yang sebelumnya belum mendapatkan layanan secara optimal.

“Pada tahun 2025 ada enam desa, kemudian tahun 2026 ini ada lima desa yang dijangkau listrik PLN. Ini salah satu wujud pembangunan untuk menerangi desa-desa,” ujar Cipto saat diwawancarai di Kantor DPRD Kutai Timur, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penunjang aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan pemerintahan hingga pengembangan potensi daerah.

Salah satu wilayah yang masih membutuhkan penanganan khusus adalah Pulau Miang. Karena karakter wilayahnya berupa pulau, masyarakat selama ini menggunakan sistem listrik komunal berbasis energi surya.

Cipto mengatakan pemerintah telah mengusulkan peningkatan layanan kelistrikan Pulau Miang untuk 2027. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan dengan PLN, sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) masih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Sebelumnya, kata dia, sempat muncul usulan pembangunan jaringan listrik melalui kabel bawah laut. Namun pilihan tersebut menghadapi tantangan teknologi, biaya pembangunan, dan pemeliharaan.

“Kemarin kami mengusulkan jaringan listrik menggunakan kabel bawah laut. Tetapi dari pembahasan dengan PLN, teknologinya cukup tinggi, pemeliharaan sulit dan biayanya mahal,” jelasnya.

Pulau Miang sendiri tengah menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian Pemkab Kutim. Pada Juli 2026, pemerintah membentuk langkah penataan dan pengembangan kawasan wisata strategis Kampung Bahari Nusantara Pulau Miang hingga 2027.

Selain kelistrikan, Cipto menyoroti perkembangan layanan air bersih di Sangkulirang yang sebelumnya sempat mengalami gangguan selama beberapa bulan.

Menurut dia, distribusi air kini mulai tertangani melalui pemanfaatan sistem penyediaan air dari kawasan Maloy yang melibatkan pemerintah provinsi, Pemkab Kutim, Perumdam Tirta Tuah Benua dan PT Melati Bhakti Satya.

Pemanfaatan SPAM KEK Maloy untuk memperluas pelayanan air bersih di Sangkulirang memang telah memasuki tahap operasional. Pada 30 Agustus 2026, Pemkab Kutim meluncurkan uji petik pemanfaatan SPAM KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan dengan kerja sama PT Melati Bhakti Satya dan Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim.

Sebelumnya, Perumdam Kutim juga menjelaskan bahwa pasokan dari SPAM KEK Maloy disiapkan untuk memperkuat distribusi setelah debit sumber air di Gunung Sekerat menurun.

Cipto berharap penguatan listrik dan air bersih dapat terus berlanjut sehingga masyarakat di kawasan Sangkulirang dan Sangsaka memperoleh pelayanan dasar yang semakin merata. (ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *