Bagikan 👇

Timesnusantara.com – SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai melihat peluang meningkatkan skala penyelenggaraan kegiatan olahraga lari setelah tingginya antusiasme peserta Bupati Running Fest 2026.

Salah satu rencana yang mulai diwacanakan adalah penyelenggaraan half marathon dengan jarak 21 kilometer pada tahun depan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan rencana tersebut merupakan arahan Bupati Kutai Timur untuk terus mendorong masyarakat hidup sehat sekaligus memperkenalkan daerah melalui kegiatan olahraga.

“Tahun depan Pak Bupati menginginkan half marathon 21 kilometer,” kata Basuki seusai Bupati Running Fest 2026 di Kompleks Bukit Pelangi, Minggu (27/9/2026).

Meski demikian, rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.

Menurut Basuki, pemerintah perlu memperhitungkan berbagai aspek sebelum meningkatkan skala kegiatan, terutama kesiapan penyelenggaraan, keamanan dan keselamatan peserta.

Dispora Kutim juga akan membahas kemungkinan waktu pelaksanaan serta konsep kegiatan yang akan digunakan.

“Kita akan diskusikan tentang faktor kesiapan, keamanan, keselamatan, dan kita akan membuat kegiatan berskala nasional,” ujarnya.

Basuki menjelaskan penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala lebih besar diharapkan menjadi salah satu sarana promosi Kutai Timur.

Konsep tersebut menggabungkan olahraga dengan potensi wisata dan ekonomi atau sport tourism.

Dalam gelaran Running Fest 2026, menurut Basuki, peserta tidak hanya berasal dari Kutai Timur.

Sejumlah peserta datang dari Tarakan, Berau, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Muara Badak dan sejumlah daerah lainnya.

Jumlah peserta juga melampaui persiapan awal panitia. Dari sekitar 2.000 peserta yang dipersiapkan, jumlah kehadiran mencapai sekitar 2.500 orang.

Basuki menilai kedatangan peserta dari berbagai daerah membuka kesempatan besar bagi Kutai Timur untuk memperkenalkan destinasi maupun wajah daerah kepada masyarakat luar.

Peserta dapat menikmati kawasan Bukit Pelangi dan sejumlah lokasi lainnya selama berada di Kutim.

Mereka juga berpotensi berkunjung ke tempat-tempat lain, membeli produk UMKM hingga membawa oleh-oleh ketika kembali ke daerah masing-masing.

“Ini salah satu cara Bapak Bupati Kutai Timur untuk memperkenalkan Kutai Timur di kancah nasional. Artinya Kutai Timur makin dikenal orang,” katanya.

Dampaknya, lanjut Basuki, tidak hanya pada promosi daerah. Aktivitas ekonomi juga tumbuh ketika ribuan peserta datang.

Ia menyebut penginapan dan hotel dipenuhi pengunjung saat kegiatan berlangsung. Sektor UMKM, transportasi daring, jasa kurir hingga pedagang turut mendapatkan dampak.

“Banyak pelaku penginapan dan hotel menghubungi saya. Mereka bilang sering-sering bikin kegiatan seperti ini. Hotel laku, ojek online, kurir, pedagang juga merasakan,” ungkapnya.

Karena itu, Basuki menilai kegiatan olahraga dapat dikembangkan menjadi agenda yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan masyarakat.

Penyelenggaraan event dapat menjadi ruang untuk menggerakkan berbagai sektor sekaligus, mulai dari olahraga, pariwisata hingga ekonomi kreatif dan UMKM.

Pemkab Kutim juga terus mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Basuki mengatakan tingginya jumlah masyarakat yang mulai berlari maupun bersepeda menunjukkan kesadaran berolahraga semakin berkembang.

“Semangat dan antusias masyarakat untuk berolahraga tinggi sekali sekarang ini. Ini artinya pemerintah Kutai Timur berhasil mengajak masyarakat untuk bergerak dan berolahraga,” ujarnya.

Jika rencana half marathon 21 kilometer dapat direalisasikan, pemerintah berharap jangkauan peserta semakin luas sehingga Kutai Timur dapat semakin dikenal melalui penyelenggaraan event olahraga. (ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *