Timesnusantara.com, KUKAR โ Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menjalankan edukasi keluarga dan sejumlah program prioritas di tengah efisiensi anggaran daerah. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak, pemberdayaan lansia, dan percepatan penurunan stunting.
Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan kegiatan rutin berupa komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat tetap dilaksanakan melalui penyuluh keluarga berencana (PKB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB).
Menurutnya, efisiensi anggaran dalam APBD berdampak pada sebagian besar kegiatan program di luar belanja rutin. Meski demikian, DPPKB Kukar tetap berupaya menjalankan program yang menjadi prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui kolaborasi lintas sektor serta optimalisasi tenaga penyuluh di lapangan.
Salah satu program yang terus disosialisasikan ialah Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, mulai dari mendampingi aktivitas anak hingga berbagi tanggung jawab dengan ibu dalam mengurus keluarga.
โPeran ayah sangat penting dalam keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi salah satu upaya membangun hubungan yang baik dengan anak dan mencegah anak merasa diabaikan,โ ujarnya Rabu (14/10/2026).
Selain itu, DPPKB Kukar menyosialisasikan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang menyasar pengasuh dan tenaga pendidik di taman kanak-kanak (TK), tempat penitipan anak (TPA), serta pendidikan anak usia dini (PAUD).
Melalui program ini, pengasuh diharapkan tidak hanya menyediakan tempat penitipan, tetapi juga memahami pola pengasuhan yang tepat, perkembangan anak, dan stimulasi tumbuh kembangnya.
Program berikutnya adalah Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA). Kukar telah memiliki sekolah lansia di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki tahap akhir kurikulum pembelajaran dan mendekati pelaksanaan wisuda peserta.
Sri menjelaskan, program ini bertujuan mendorong lansia tetap sehat, mandiri, dan berdaya sehingga mampu menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.
DPPKB Kukar juga menjalankan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yakni upaya menggalang dukungan lintas sektor untuk membantu keluarga berisiko stunting. Dukungan dapat berupa bantuan material maupun bentuk kepedulian lainnya sesuai kebutuhan sasaran.
Di Kukar, upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dengan program yang telah diinisiasi organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Kesehatan.
Lebih lanjut, Sri menyebutkan percepatan penurunan stunting masih menjadi perhatian. DPPKB bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kukar terus memperkuat koordinasi, termasuk mendorong peningkatan ketertiban pelaporan melalui aplikasi.
Ia mengungkapkan, capaian pengisian dan pelaporan program masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pengingat dan koordinasi dengan berbagai sektor hingga tingkat desa dan kelurahan terus dilakukan agar data yang dilaporkan lebih lengkap dan akurat.
Melalui keberlanjutan edukasi keluarga dan penguatan kerja sama lintas sektor, DPPKB Kukar berharap berbagai program tersebut tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
