Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan pesantren melalui program beasiswa bagi para santri. Pada 2026, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,591 miliar untuk 2.197 santri sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, usai Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dilanjutkan dengan beseprah atau makan bersama di halaman parkir Gedung C Kantor Bupati Kukar.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Sunggono mengatakan, peringatan Hari Santri merupakan bagian dari program Kementerian Agama yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lazismu kepada sejumlah pondok pesantren.

“Harapannya, melalui peringatan Hari Santri ini, para santri tidak hanya menguasai bidang agama, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, santri perlu terus didorong agar tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing, inovatif, serta memiliki semangat kemandirian. Dengan demikian, pendidikan pesantren tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Terkait dukungan pendidikan, Sunggono menjelaskan bahwa Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp6,591 miliar bagi 2.197 santri pada 2026. Program tersebut menyasar santri dari berbagai tingkatan pendidikan yang telah terdata di Kementerian Agama dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

Ia menyebutkan, proses penyaluran beasiswa telah berjalan dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun beasiswa yang berkaitan dengan program IKI atau pendidikan perguruan tinggi merupakan program berbeda, dengan mekanisme dan sasaran tersendiri.

Selain dukungan pembiayaan pendidikan, peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh unsur pesantren yang hadir membacakan komitmen bersama untuk mewujudkan pondok pesantren ramah anak di Kukar. Komitmen ini diarahkan untuk memastikan pesantren menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta memberikan perlindungan kepada anak-anak selama
menempuh pendidikan.

Sunggono menegaskan, upaya membangun pesantren ramah anak membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak terkait agar nilai-nilai pendidikan, keagamaan, dan perlindungan anak dapat berjalan beriringan.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional, Pemkab Kukar berharap para santri semakin berperan aktif dalam pembangunan, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, mandiri, berkarakter, dan mampu berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *