Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada kontingen Kukar yang berlaga dalam lima ajang multi-event tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

Tak hanya memastikan kebutuhan atlet terpenuhi sebelum keberangkatan, Aulia juga menjamin pemberian bonus bagi atlet berprestasi tidak akan terpengaruh kondisi efisiensi anggaran maupun defisit keuangan daerah.

Hal tersebut disampaikan Aulia saat pelepasan kontingen Kukar di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026).

Ia mengapresiasi langkah Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar yang telah mempersiapkan penyaluran uang saku dan biaya transportasi bagi para atlet sebelum keberangkatan.

Aulia pun meminta jajaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan seluruh kebutuhan tersebut diselesaikan tepat waktu agar atlet dapat berkonsentrasi menghadapi pertandingan tanpa terbebani persoalan administrasi maupun biaya.

“Kami ingatkan sekali lagi kepada rekan-rekan di bagian keuangan BPKAD agar hal ini benar-benar diperhatikan. Pastikan ketika para atlet berangkat, seluruh kebutuhan tersebut sudah terpenuhi sehingga mereka tidak lagi memikirkan persoalan administrasi dan biaya selama mengikuti pertandingan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pencairan dana tidak dilakukan terlalu jauh sebelum keberangkatan. Hal ini penting agar uang saku dan biaya transportasi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan selama mengikuti kejuaraan.

Menurut Aulia, dukungan pemerintah kepada atlet bukan semata-mata persoalan nominal anggaran, melainkan bentuk komitmen dalam menghargai perjuangan mereka membawa nama baik Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bahkan, di tengah kondisi defisit dan efisiensi anggaran, Aulia memastikan bonus atlet minimal tetap sama dengan periode sebelumnya.

“Saya jamin, meskipun kita mengalami defisit anggaran, meskipun ada efisiensi, dan kondisi anggaran kita tidak sama dengan periode perlombaan sebelumnya, bonus yang akan diterima teman-teman minimal sama dengan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Aulia menyampaikan komitmen untuk menyamakan besaran bonus apabila terdapat kabupaten atau kota lain yang memberikan penghargaan lebih tinggi kepada atletnya.

Ia berencana mengajak Ketua KONI, NPCI, PWI, dan KORMI untuk membahas komitmen tersebut agar pemberian bonus dapat menjadi bentuk penghargaan yang layak atas perjuangan seluruh kontingen.

“Paling minimal bonus yang diterima teman-teman sama dengan periode sebelumnya. Jika ada kabupaten atau kota lain yang memberikan bonus lebih tinggi, kita samakan dengan yang paling tinggi,” ungkapnya.

Aulia menambahkan, pemerintah memahami bahwa besaran bonus tidak sebanding dengan pengorbanan dan perjuangan para atlet selama menjalani proses latihan hingga pertandingan.
Namun, menurutnya, menjaga kehormatan dan nama baik Kabupaten Kutai Kartanegara di tingkat provinsi merupakan hal yang jauh lebih penting.

Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin meminta seluruh atlet tidak ragu terhadap komitmen pemerintah daerah terkait pemberian bonus. Ia memastikan isu efisiensi maupun keterlambatan penyaluran dana transfer ke daerah (TKD) tidak akan menjadi penghalang.

“Jangan ragu terhadap bonus yang akan diberikan. Percayalah, semangat Kukar akan terus menyala dan menyala di mana-mana. Kami pastikan bonus bagi para atlet tidak akan terpengaruh oleh isu efisiensi anggaran maupun keterlambatan penyaluran dana transfer ke daerah. Bonus atlet menjadi salah satu prioritas,” tegas Rendi.

Melalui kepastian dukungan anggaran dan bonus tersebut, Pemkab Kukar berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, menjaga sportivitas, serta berjuang maksimal untuk mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga Kaltim 2026. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *