Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mempertanyakan kelanjutan pemberian perlindungan jaminan keselamatan kerja (JKK) dan jaminan hari tua (JHT) gratis bagi 750 pencari kerja oleh pemerintah kota (Pemkot) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Puji mengatakan, pada saat Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, JKK dan JHT gratis tersebut hanya untuk pembayaran premi pertama atau satu bulan pertama, sementara untuk kelanjutannya tidak di jelaskan dan tidak diperinci seperti apa oleh Wali Kota.

“Ini yang jadi pertanyaan, JKK dan JHT gratis hanya untuk pembayaran premi pertama, untuk kelanjutannya apakah pencari kerja bayar mandiri,” ucapnya saat ditemui awak media. Rabu, (18/22/10).

Ia menilai, jika pemberian JKK dan JHT dibayar mandiri oleh para pencari kerja, maka hal tersebut menjadi persoalan untuk pemerintah kota sebab pencari kerja belum memiliki pendapatan tetap karena statusnya masih mencari kerja.

“Saya apresiasi akan progam ini, akan tetapi juga ini jadi PR buat Pemkot. Jika dalam prosesnya, pencari kerja memperoleh pekerjaan, maka perusahaan tempat bekerja harus didorong untuk membayar asuransi JKK dan JHT BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait ketersediaan 180 lowongan pekerjaan dari 42 perusahaan yang di koordinir oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan harus dimaksimalkan, sebab masih banyak tenaga kerja yang belum terserap.

“Ini baru 180 lowongan pekerjaan, sementara diluar sana masih sekitar 900 san orang yang membutuhkan lowongan pekerjaan. Ini berdasarkan data Disnaker,” tuturnya.

Ia pun berharap, Disnaker Samarinda bersama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda untuk tidak hanya memberikan pelatihan, namun juga memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan.

“Kan bisa bekerja sama dengan perusahaan dan lain sebagainya. Bisa juga setelah dilakukan pelatihan harus dievaluasi, sudah berapa persen yang terserap dan berapa persen yang belum. Sehingga bisa dicarikan alternatif lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *