Timesnusantara.com – Samarinda.
Awal mula kasus Sirup Paracetamol yang mengandung dietilen glikol maupun etilen glikol terjadi di DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta melaporkan jumlah kasus gagal ginjal akut misterius di DKI Jakarta bertambah dari sebelumnya 49 orang menjadi 71 orang. Sebanyak 40 kasus ginjal akut misterius dilaporkan meninggal dunia. Adapun 85% di antaranya ialah bayi di bawah lima tahun (balita).
“Data sementara yang sudah masuk dan kita olah dari Januari sampai 19 Oktober kemarin itu ada 71 kasus yang terlaporkan. 60 Kasus atau 85 persen adalah usia balita dan 11 kasus atau 15 persen adalah usia 5-18 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Labkesda DKI Jakarta di Rawasari, Jakarta Pusat. Sumber detiknews (20/10/2022).
Sani Bin Husain, selaku Wakil Ketua Komisi IV Kota Samarinda menanggapi, Pemerintah pusat harus segera bertindak dan jangan lambat. Ini kondisi berbahaya. Tidak boleh jadi misteri yang terus menerus membuat warga mulai gelisah.
“Pemerintah pusat jangan planga plongo. mereka punya semua perangkat dan sumber daya. Segera ambil komando dengan langkah yg jelas dari pusat ke daerah,” ucapnya saat dihubungi. Jumat, (21/10/22).
Politisi Partai PKS ini menilai, ada dua hal yang perlu segera dilakukan. Pertama adalah secara medis meneliti mengapa hal ini bisa terjadi. Penelitian harus dilakukan banyak pihak agar hasilnya valid dan ada penelitian pembanding. Agar tetap melakukan upaya-upaya membaca motif dan langkah antisipatif di setiap kejadian luar biasa dalam rangka melindungi bangsa.
Kedua ialah, negara dapat memberikan jaminan keamanan kepada warganya, bukan hanya selalu menyalahkan warga, terkait salah dosis, dll. Kata Sani.
“Kita punya BPOM RI, kementerian kesehatan, negara harus hadir melindungi warganya. Langkahnya jelas. Nakes diberi daftar obat yg diwaspadai dan diberikan juklak dan juknis yg jelas dan valid,” tegasnya.
Menurutnya, Pemerintah daerah hanya bisa menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat, akan tetapi kondisi pada saat ini luar biasa, dan membuat warga kota samarinda juga panik.
“Saya menyarankan Dinkes kota samarinda dan meminta arahan Walikota untuk segera mengeluarkan rekomendasi berdasarkan perkembangan terbaru,” ucapnya
Ia pun berharap nantinya terdapat arahan dinas kesehatan dan layanan kesehatan di kota Samarinda dalam menyikapi kondisi terkini.
“Semoga apa yg terjadi di jakarta tidak terjadi di Kota Samarinda,” pungkasnya.
- SBH
