Timesnusantara.com – Samarinda.
Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam upaya penanganan kesehatan dan pasca pandemi Covid-19. Segala kerja keras yang mereka jalankan dalam menangani kesehatan dan pasca pandemi harus mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah. Salah satu bentuk perhatian yang tidak dapat disepelekan adalah kesejahteraan melalui pemberian insentif.
Tidak dipungkiri jasa Nakes dalam hal kesehatan dan Covid-19 sangat besar, oleh karena itu Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap memberikan mereka perhatian.
Layaknya insentif yang diberikan kepada mereka, hal ini pun telah diusulkan dalam setiap pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, ia merasa bahwa insentif para nakes memang belum bisa dikatakan layak.
Bahkan, hal ini pun pernah diakui oleh Wali Kota (Andi Harun) Samarinda, dan meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Samarinda, untuk mempertimbangkan hal tersebut.
“Diakui saat ini nilai insentifnya masih kecil, khususnya perawat, permintaan untuk dinaikan juga sudah ada. Tapi, kita pertimbangkan juga finansial Pemkot Samarinda,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia sampaikan saat ini Pemkot juga sedang dihadapkan oleh tuntutan para guru terkait insentif mereka, dimana para guru PNS meminta adanya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Sehingga, hal ini memang tak mudah untuk segera diwujudkan.
“Kami selaku Komisi IV akan berupaya menjaga kesejahteraan masyarakat, termasuk pada nakes. Jadi, kami harap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita bisa terus meningkat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan warga Kota Samarinda,” jelasnya.
Deni sapaan akrabnya, berharap kelak usulan nilai insentif para nakes ini bisa dipertimbangkan, tentunya bisa di tingkatkan. Sehingga, kesejahteraan mereka bisa terjamin, mengingat jasa mereka saat Covid-19 melanda.
“Kita terus dukung dan semoga usulan ini diharapkan bisa diakomodir dalam penyusunan APBD tahun 2023 mendatang” pungkasnya.
