Timesnusantara.com – Kalimantan Timur
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menaruh harapan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk membangun Gedung Guru di Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara yang berada di Kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya oleh Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, berharap ada lahan khusus untuk membangun gedung guru di kawasan IKN Nusantara sebagai tempat perjuangan, serta membuat gedung-gedung kecil untuk guru yang ada di 38 Provinsi Se-Indonesia sebagai perwakilan bahwa PGRI itu adalah Indonesia.
“Kami juga ingin punya gedung guru sebagai tempat perjuangan, dan gedung guru 38 provinsi walaupun kecil-kecil harus ada sebagai representasi bahwa pgri itu indonesia,” ungkapnya.
Hal tersebut mendapat respon dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji, ia menuturkan bahwasannya pemerintah saat ini sudah memberikan tanah hibah yang berada di Desa Jonggon, yang bertepat tak jauh dari Sekolah Polisi Negara (SPN), Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Tanahnya di sana dihibahkan seluas 13 hektare di sana,” ungkapnya saat ditemui awak media.
Selain itu, Seno mengatakan akan melakukan peninjauan langsung terhadap lahan yang ada disekitarnya, menurutnya perusahaan tambang pun bisa turut menghibahkan tanah yang sekiranya bisa dipergunakan untuk pembangunan gedung guru.
“Untuk tanah biasanya hibah dari perusahaan. Akan tetapi, untuk proses pembangunannya itu menggunakan APBD Kaltim. Saat ini, memang disana itu belum ada bangunannya,” ucapnya.
Kendati demikian, Seno berharap agar pembangunan ini bisa secepatnya direalisasikan, tak menutup kemungkinan memang proses melalui tahapan-tahapan.
“Pelan-pelan akan dicoba bangun prototype gedung inti guru dulu. Semoga tahun depan, saat ini masih didiskusikan dulu,” ucapnya.
Terkait perencanaan yang melibatkankan anggaran APBD dari Pemerintah Pusat, Seno mengaku belum mengetahui secara spesifik.
Akan tetapi ia akan terus mendorong Pemprov agar pembangunan inti gedung tersebut bisa terlebih dulu diutamakan, sehingga untuk pengembangaannya bisa secara bertahap.
“Nanti dilihat dulu, kalau memang ada dana alokasi khusus (DAK) dari kementerian dan bisa digunakan untuk pembangunan guru, kita akan gunakan,” ucapnya
“Yang terpenting ada satu gedung dulu yang bisa menaungi para guru di Kaltim, termasuk di Indonesia nantinya,” tangkasnya.
