Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, memberikan respon positif terkait program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem di akhir 2024.

Dikatakan Sani, menghapus kemiskinan adalah tantangan besar dan target nol persen kemiskinan ekstrem di akhir tahun ini tampaknya sulit tercapai, terutama dengan kondisi kepemimpinan dan situasi keuangan saat ini.

“Saya mendukung program ini dan menghargai upaya dalam menekan angka kemiskinan, tetapi Samarinda masih sangat bergantung pada dukungan provinsi dan pusat,” ungkapnya.

Menurut Sani, salah satu penyebab utama kemiskinan ekstrem adalah sulitnya lapangan pekerjaan. Sebab itu, pihaknya telah mendiskusikan masalah ini dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda.

“Kami sudah membahas program bersama Dinsos PM dan saya melihat arah yang baik menuju penurunan kemiskinan ekstrem. Saya menghargai upaya tersebut,” ujarnya.

Politisi PKS itu, menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pusat dan lapangan. Data mengenai kemiskinan ekstrem harus lebih teliti, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab seperti malas bekerja, judi, mabuk-mabukan, dan penggunaan narkotika.

“Kita harus jelas mengenai siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan. Misalnya, saya tidak setuju jika bantuan makanan diberikan kepada mereka yang tidak mau bekerja atau terlibat dalam kegiatan kriminal,” pungkasnya.(Fd/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *