Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah strategis untuk menekan harga cabai yang sempat melonjak hingga Rp100.000 per kilogram pada akhir Februari lalu. Upaya ini dilakukan guna melindungi daya beli masyarakat dan memastikan harga tetap stabil di pasaran.

Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Marnabas, menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan intervensi pasar dengan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi.

Selain itu, Pemkot juga menggandeng petani lokal melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk menyerap hasil panen mereka, sehingga ketersediaan cabai tetap terjaga.

“Melalui intervensi ini, kami membeli cabai dari petani dengan harga Rp85.000 per kilogram, lalu menjualnya kembali kepada masyarakat seharga Rp65.000 per kilogram,” jelasnya, Minggu (9/3/2025).

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dihentikan begitu harga kembali normal agar tidak menimbulkan deflasi yang berpotensi merugikan sektor usaha.

Menurut Marnabas, keseimbangan antara inflasi dan deflasi sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Jika inflasi terlalu tinggi, masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, sementara deflasi yang berlebihan dapat menghambat perputaran ekonomi dan merugikan pedagang.

“Kami harus memastikan keseimbangan. Inflasi yang tidak terkendali akan memberatkan masyarakat, sedangkan deflasi yang terlalu dalam bisa memukul sektor usaha,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini mencapai 8%, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Meski demikian, pengendalian harga bahan pokok tetap menjadi prioritas agar perekonomian kota tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

Lebih lanjut, Marnabas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli bahan kebutuhan pokok dalam jumlah berlebihan. Hal ini untuk mencegah kelangkaan barang di pasaran yang bisa memicu lonjakan harga lebih lanjut.

“Belilah sesuai kebutuhan. Jangan sampai kepanikan justru membuat harga semakin tidak terkendali,” pesannya.

Dengan kebijakan intervensi ini, diharapkan harga cabai di Samarinda bisa kembali stabil dalam waktu dekat, sehingga masyarakat tidak terbebani dan sektor ekonomi tetap berjalan dengan baik. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *