Timesnusantara.com – Kukar. Sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa, sektor pertanian berbasis green house menjadi solusi dan inovasi untuk dikembangkan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Rapak Lambur Muhammad Yusuf, di Tenggarong, Senin (10/3/2025).
Ia mengatakan, pemerintah desa tengah mengembangkan sektor pertanian melalui budidaya melon hidroponik berbasis green house. Pertanian green house ini merupakan pertanian yang dilakukan di dalam bangunan yang terbuat dari bahan tembus cahaya, seperti kaca atau plastik.
Greenhouse merupakan teknologi pertanian yang membantu petani untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan berkuantitas tinggi. Adapun manfaat dari pertanian greenhouse ialah, melindungi tanaman dari cuaca yang berlebihan.
Kemudian, menjaga suhu di dalam greenhouse lebih stabil, mengurangi kehilangan panas saat malam hari, mengurangi penggunaan pestisida, membantu mengatur faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, memungkinkan produksi pangan yang berkelanjutan, memberikan solusi bagi tantangan perubahan iklim.
“Kami sudah membangun 2 unit greenhouse, dengan sasaran kelompok tani yang masih aktif yaitu, kelompok tani kejawi permai A dan Kelompok Wanita Tani (KWT),” katanya.
Melalui pembangunan itu, telah menghasilkan melon yang berkualitas baik dan mampu bersaing dengan produk melon luar. Program ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan para petani.
Program pembangunan pertanian ini sesuai dengan program pemerintah daerah, dalam mencapai swasembada pangan di Kaltim. Desa ini punya 800 Hektare (Ha) lahan sawah, 80 persen penduduknya bekerja di sektor pertanian.
“Kami sangat mendukung program swasembada pangan yang direncanakan oleh pemerintah pusat itu, untuk peningkatan produksi pertanian,” ucapnya.
Saat ini, pihaknya tengah fokus terhadap peningkatan hasil pertanian. Pemdes Rapak Lambur menargetkan sektor pertanian di desa ini bisa panen hingga 3 kali dalam setahun. Selama sektor pertanian khususnya padi sawah hanya mampu panen 2 kali selama setahun.
Dalam hal ini, Pemdes Rapak Lambur mendorong masyarakat khususnya petani untuk tetap semangat dalam mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian.
“Pertanian saat ini telah modern, berbagai bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah terhadap pengembangan dan peningkatan hasil produksi pertanian,” ungkapnya. (adv)
