Timesnusantara.com – Kukar. Pemerintah Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kukar terus melakukan upaya upaya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan atau budidaya madu kelulut.
Sementara budidaya madu kelulut itu merupakan salah satu potensi yang dimiliki di Mangkurawang ini. Budidaya madu kelulut ini adalah peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.
Lurah Mangkurawang Ardiansyah mengatakan, pemerintah Kelurahan Mangkurawang akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terhadap pengembangan budidaya madu kelulut tersebut. Pengembangan madu kelulut di Mangkurawang telah mencapai sekitar 1 hektare, yang dikelola oleh koperasi maupun masyarakarat.
“Potensi ini harus ada dukungan dari pemerintah. Sehingga potensi itu bisa dimaksimalkan dan dikelola dengan baik,” kata Ardiansyah.
Pihaknya menilai, dukungan yang diberikan untuk pengembangan madu kelulut bisa berupa pelatihan dan lainnya. Dengan tujuan menghasilkan madu yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.
“Kita mendorong produksi madu kelulut menjadi produk unggulan daerah, yang mampu bersaing di pasar,” ucapnya.
Menurutnya, lebah kelulut lebih mudah dibudidayakan bila dibandingkan dengan lebah hutan. Budidaya kelulut lebih aman dikarenakan kelulut tidak menyengat dan mudah melakukan adaptasi dengan lingkungan baru.
Kelutut juga tidak memiliki masa berhenti produksi dan lebih tahan terhadap hama penyakit. Sifat kehidupan kelulut ini membuat budi daya dapat dilakukan secara menetap.
Sementara kualitas dan kuantitas madu yang diproduksi oleh kelulut dipengaruhi oleh suhu udara, kebersihan dan keamanan tempat bersarang, serta jenis teknologi budidaya yang diterapkan.
“Kami berharap, budidaya madu kelulut di Mangkurawang bisa terus berkembang, eksis. Sehingga mewujudkan kesejahhteraan masyarakat, khususnya dari sektor budidaya kelulut,” ungkapnya. (Adv)
