Timesnusantara.com — Samarinda. Persoalan layanan air bersih kembali menjadi perhatian serius di Kota Samarinda. Elnatan Pasambe, anggota Komisi III DPRD Samarinda, menyoroti masih adanya ketimpangan distribusi air bersih, terutama di kawasan Palaran dan Loa Janan Ilir, yang dinilai belum mendapatkan pelayanan secara optimal.
Ia menegaskan bahwa masalah utama bukan pada ketersediaan air, melainkan lebih pada infrastruktur jaringan milik PDAM yang belum mampu menjangkau seluruh permukiman. Pipa sekunder yang menjadi penopang distribusi masih terbatas cakupannya.
“Airnya ada, tetapi sistem pengelolaannya belum maksimal. Bahkan, adanya pengelolaan oleh pihak swasta di beberapa titik juga menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, kita masih memegang komitmen Wali Kota bahwa dalam lima tahun, seluruh masyarakat akan mendapatkan akses air bersih,” jelasnya, Jum’at (4/4/2025).
Hingga kini, PDAM hanya mampu melayani rumah-rumah yang berada tidak lebih dari 100 meter dari jalur pipa sekunder. Di luar jangkauan itu, tekanan air sangat lemah, bahkan tidak mengalir sama sekali.
Akibatnya, warga harus mencari alternatif, seperti membuat sumur bor atau membeli dari penyedia air swasta dengan harga yang lebih mahal.
Keluhan mengenai layanan air bersih ini terus berdatangan ke DPRD. Namun, keterbatasan anggaran dan belum meratanya infrastruktur membuat upaya pemerataan layanan belum bisa berjalan optimal.
“Kami kerap menerima aduan dari masyarakat, namun keterbatasan dana dan belum tersambungnya jaringan pipa ke semua wilayah menjadi hambatan utama,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen pengawasan, Elnatan menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong percepatan realisasi program air bersih tersebut.
Upaya konkret yang dilakukan antara lain dengan mendorong alokasi dana tambahan, baik dari APBD, dukungan pemerintah pusat, maupun menjalin kemitraan strategis dengan pihak swasta.
“Perlu sinergi dari berbagai pihak agar rencana besar ini bisa diwujudkan. DPRD akan tetap mengawal pelaksanaan proyek ini agar sesuai dengan janji pemerintah kota,” tutupnya. (R)
