Timesnusantara.com — Samarinda. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, kembali menyoroti kekurangan fasilitas penunjang layanan kesehatan primer di kota ini. Ia menekankan pentingnya menambah unit ambulans dan ketersediaan sopir di tiap Puskesmas agar respons darurat lebih cepat dan efektif.
Hal ini disampaikannya usai melakukan peninjauan langsung ke beberapa Puskesmas di Samarinda. Berdasarkan hasil pemantauannya, meski sebagian Puskesmas telah memiliki kendaraan ambulans, jumlahnya belum ideal untuk menjangkau seluruh area pelayanan, apalagi saat kondisi darurat.
“Usulan ini sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Kita ingin ada tambahan unit ambulans yang bisa menjangkau lebih dari satu lingkungan atau RT dalam wilayah kerja Puskesmas. Sehingga jika terjadi keadaan mendesak, warga tidak perlu menunggu terlalu lama,” jelas Novan, Sabtu (5/4/2025).
Tidak hanya pada jumlah kendaraan, ia juga mengungkap permasalahan lain yang tak kalah krusial, yakni kekurangan tenaga sopir. Ia menyebut salah satu contoh di Puskesmas Samarinda Kota, di mana ambulans tak beroperasi hingga enam bulan lantaran tidak tersedia pengemudi tetap.
“Ini sangat memprihatinkan. Saat masyarakat berada dalam situasi genting dan membutuhkan bantuan cepat, ambulans justru tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada yang mengemudikan,” ungkapnya.
Sebagai langkah solutif, Novan mendorong pelatihan bagi pegawai internal Puskesmas agar bisa mengoperasikan ambulans. Menurutnya, pendekatan ini lebih realistis dibandingkan rekrutmen sopir baru dalam waktu singkat.
“Kalau tidak bisa menambah sopir, minimal ada satu atau dua staf yang punya kemampuan menyetir ambulans. Dengan begitu, ambulans bisa tetap berfungsi saat dibutuhkan,” tegasnya. (R)
