Timesnusantara.com – Kukar. Pembangunan pabrik minyak makan merah di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, menjadi salah satu prioritas Pemkab Kukar pada 2025 ini.
Pembangunan tersebut bagian dari realisasi program hilirisasi idaman. Tujuan dari program tersebut ialah, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kukar.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, tahapan awal pada pembangunan itu dilakukan Detail Engineering Design (DED), pematangan lahan, land clearing, turap dan pagar. Pembangunan pabrik ini dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi kemampuan keuangan daerah.
“Pembangunan pabrik ditarget sekitar 4-6 tahun kedepan. Sama dengan panrik rumput laut di Kecamatan Muara Badak membutuhkan waktu sekitar 6 tahun,” kata Sayid Fhatullah.
Dalam hal ini, pemerintah daerah terus melakukan percepatan terhadap pembangunan pabrik minyak makan merah. Hal ini menjadi komitmen pemerintah daerah, dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Ia menyebutkan, dipilihnya lokasi pembangunan panrik minyak makan merah di desa Kelekat itu, karena wilayah hulu Kukar ini memiliki potensi perkebukan khususnya kelapa sawit yang melimpah. Sehingga bahan baku dalam proses produksi mudah untuk didapatkan.
“Di wilayah hulu potensi kelapa sawit sangat melimpah. Ketika pabrik itu rampung, bahan baku selalu ada,” sebutnya.
Sementara pembangunan ini juga mendapat respon positif dari masyarakat. Masyarakat khususnya pekebun menilai pembangunan ini merupakan suatu kesempatan yang baik, sebab pekebun bisa menjual langsung hasil kebunnya ke pabrik tersebut.
“Mereka sangat senang, dengan rencana kehadiran pabrik ini. Mereka bisa mendapatkan pasar yang pasti, dalam menjual hasil panennya,”pungkasnya. (Adv)
