Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar), Thauhid Afrilian Noor, membeberkan tantangan besar dalam pengelolaan anggaran pendidikan di tahun 2025. Meski Kukar mendapat alokasi anggaran Rp2,2 triliun, ruang fiskal untuk kegiatan operasional dan pengembangan masih sangat terbatas.

“Jangan lihat angka Rp2,2 triliun itu sebagai angka besar. Beban tetap kita itu 1,8 triliun. Hanya tersisa sekitar 200-an miliar untuk kegiatan lainnya,” jelas Thauhid.

Beban terbesar berasal dari belanja gaji, termasuk tambahan pegawai P3K yang mencapai lebih dari seribu orang. Sementara kebutuhan dasar seperti listrik, air, hingga BOS (Bantuan Operasional Sekolah) juga menyerap anggaran signifikan.

Disdikbud pun melakukan efisiensi anggaran, termasuk pengurangan biaya perjalanan dinas dan kegiatan yang tidak mendesak.

“Kami lakukan efisiensi sekitar 30-40 miliar. Ini langkah realistis agar kegiatan prioritas tetap bisa dijalankan,” ucapnya.

Thauhid mengingatkan, pendidikan tak hanya soal pembangunan fisik. Pembinaan guru, pengadaan alat bantu belajar, dan penguatan sistem pengajaran juga butuh alokasi yang memadai.

“Kalau semua uang habis untuk bangun fisik, lalu siapa yang latih gurunya? Bagaimana isi ruang kelasnya?” tambah dia.

Ia juga menegaskan, Disdikbud hanya bertugas secara teknis. Soal pencairan dan administrasi keuangan tetap berada di bawah BPKAD.

(Adv)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *