Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah di Kutai Kartanegara (Kukar). Hingga kini, program ini baru diterapkan di lima sekolah sebagai pilot project.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar), Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa pihaknya hanya bertindak sebagai pendukung teknis. Pelaksanaan MBG ditangani langsung oleh lembaga nasional yang ditunjuk pemerintah pusat.

“Bukan kita menghindar, tapi MBG ini memang bukan ranah Dinas Pendidikan. Kita hanya support data dari sekolah mana yang siap,” kata Thauhid.

Meski mendukung penuh, ia mengakui penerapan MBG di Kukar tak semudah di daerah lain. Faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama, terutama di wilayah Hulu Mahakam.

“Kalau di Tenggarong, mungkin gampang. Tapi kalau di Kenohan, Tabang? Jauh. Makanan bisa basi di jalan,” ujarnya.

Program MBG mengharuskan distribusi makanan dalam kondisi higienis dan siap saji. Tapi medan sulit dan akses terbatas membuat penerapannya di daerah pedalaman butuh strategi khusus.

Meski begitu, Thauhid berharap ke depan MBG bisa dijalankan secara merata.

“Semoga mereka sudah siapkan skema logistiknya. Kita sangat dukung ini karena manfaatnya besar,” pungkasnya.

(Adv)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *