Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menyambut positif wacana pemerintah pusat untuk kembali memberlakukan Ujian Nasional (UN) mulai tahun ajaran 2025/2026.
Ia menilai UN dapat menjadi salah satu cara efektif untuk memacu semangat belajar siswa, sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia.
Menurut Ismail, sistem pendidikan seperti yang diterapkan di Finlandia dan sempat diadopsi lewat Kurikulum Merdeka tidak sepenuhnya cocok diterapkan di Indonesia. Ia menilai bahwa sistem tersebut belum cukup menantang bagi sebagian besar siswa di Tanah Air yang cenderung membutuhkan pemicu konkret agar termotivasi belajar.
“Saya pribadi setuju dengan wacana ini karena masyarakat kita membutuhkan pemicu dan dorongan agar mau belajar,” ujarnya, Minggu (20/4/2025).
Ismail, yang juga memiliki latar belakang sebagai pendidik selama hampir 20 tahun, menyatakan bahwa ujian seperti UN bisa menjadi alat ukur yang mendorong siswa untuk berusaha lebih giat dan serius dalam menuntut ilmu.
Lebih jauh, ia juga menyinggung sistem pendidikan di Cina yang menurutnya berhasil mendorong kemajuan ekonomi negara tersebut. Ia menyebut bahwa tekanan dalam bentuk evaluasi pendidikan, termasuk ujian nasional, dapat memberi dampak positif pada kemajuan akademik.
“Tingkat pendidikan di Cina bagus, begitu pula dengan pembangunan dan ekonominya. Salah satu faktornya adalah sistem pendidikan yang menekan siswa agar lebih giat belajar, salah satunya dengan UN,” jelasnya.
Ia menambahkan, kembalinya UN dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, membentuk budaya kompetisi yang sehat, serta menjadi alat untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran di sekolah. (R)
