Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Balikpapan. Sebagian warga pun memilih beralih menggunakan Pertalite sebagai alternatif.

Guna mengatasi kondisi ini, PT Pertamina segera mengambil langkah taktis dengan mengalihkan suplai dari kota-kota terdekat. Dua daerah penyangga yakni Samarinda dan Banjarmasin kini menjadi sumber utama pasokan tambahan untuk Balikpapan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, mengonfirmasi bahwa proses distribusi tambahan BBM sudah mulai berjalan. Salah satu pengiriman berasal dari Terminal BBM Samarinda di Jalan Cendana dengan volume sebesar 94 kiloliter.

“Pengiriman telah dilakukan sejak semalam, dan kapal pembawa BBM juga sudah bersandar di Balikpapan,” ungkapnya, Selasa (20/5/2025).

Setibanya di Balikpapan, lanjut Seno, bahan bakar tersebut akan langsung didistribusikan ke sejumlah SPBU. Ia memastikan bahwa stok di kota lain seperti Samarinda dan Tenggarong masih berada pada level aman.

Sementara itu, General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexandre Susilo, menjabarkan bahwa total pasokan yang masuk ke Balikpapan mencakup tiga jalur pengiriman. Sebanyak 128 kiloliter berasal dari Banjarmasin, 94 kiloliter dari Samarinda, dan tambahan 64 kiloliter lainnya sebagai cadangan.

Seluruh proses distribusi dijalankan secara bertahap berdasarkan jadwal pengisian yang sudah ditentukan. Pengawasan langsung dilakukan oleh tim operasional untuk menjamin kelancaran penyaluran.

Hingga saat ini, sedikitnya 20 SPBU di wilayah Balikpapan telah kembali melayani pengisian Pertamax. Pertamina berharap, melalui suplai tambahan ini, antrean yang sempat mengular bisa segera terurai dan kebutuhan energi masyarakat kembali terpenuhi dengan lancar. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *