Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Gagasan pembangunan jalan lingkar di Kota Bontang kian mendapat sorotan sebagai salah satu proyek infrastruktur yang diyakini mampu membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menilai rencana itu sebagai terobosan penting untuk mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Menurutnya, penyediaan jalur alternatif yang memadai akan berdampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi, terutama dalam membuka akses ke destinasi wisata bahari yang tersebar di kawasan pesisir.

“Selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita masih terbatas, padahal dari sisi potensi, khususnya wisata dan budaya lokal, sangat besar. Kehadiran infrastruktur seperti jalan lingkar akan menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat,” ujar Agusriansyah, Jum’at (22/5/2025).

Adapun rute yang dirancang akan menghubungkan Kelurahan Tanjung Laut Indah menuju kawasan Bontang Kuala serta jalur dari wilayah Selambai di Loktuan ke Tanjung Limau. Dua titik ini dikenal memiliki daya tarik wisata laut dan aktivitas kreatif khas pesisir.

Agusriansyah menambahkan bahwa untuk memastikan proyek ini berjalan tidak sebatas rencana, perlu ada kepastian pencantuman dalam dokumen perencanaan jangka menengah daerah (RPJMD). Dengan begitu, DPRD dapat memberi dukungan penuh, khususnya dari sisi penganggaran.

“Jika sudah masuk RPJMD, kita di Badan Anggaran bisa kawal proses pengalokasian dananya. Ini penting agar realisasi pembangunan benar-benar terjadi, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Sebagai bagian dari persiapan awal, Dinas PUPR Kota Bontang saat ini telah merampungkan penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT). Luas lahan yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 5,5 hektare dengan estimasi anggaran sekitar Rp17 miliar.

Pemerintah berharap dengan selesainya pembangunan akses ini, wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau bisa lebih mudah diakses, yang pada akhirnya akan meningkatkan kunjungan wisata dan menghidupkan kegiatan UMKM lokal.

“Dengan terbukanya akses, harapannya aktivitas wisata dan pelaku usaha kecil bisa berkembang pesat. Ini menjadi salah satu cara konkret meningkatkan perekonomian masyarakat secara langsung,” tutup Agusriansyah. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *