Timesnusantara.com, Samarinda. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat terus bergulir, salah satunya melalui proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco yang ditargetkan mengalirkan air bersih ke wilayah Kota Bontang dan sebagian Kutai Timur.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, mengungkapkan bahwa proyek SPAM yang dibangun di Desa Sukadamai itu kini berada dalam tahap akhir, dan tinggal menunggu penyelesaian dari pihak mitra perusahaan, PT Indominco.
“Proyek ini merupakan bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam memastikan warga mendapatkan akses air bersih yang layak. Saat ini pekerjaan yang menjadi tanggung jawab provinsi sudah selesai. Sisanya tinggal menunggu progres dari PT Indominco,” ujarnya, Minggu (25/5/2025).
Proyek bernilai hampir Rp60 miliar ini dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 249 liter per detik. Agus menyebut, output tersebut cukup untuk melayani kebutuhan air bersih di Bontang serta beberapa titik di wilayah Kutai Timur yang selama ini mengalami kesulitan pasokan air.
“Kami optimis dalam waktu dekat, layanan ini sudah bisa difungsikan. Targetnya tahun ini selesai dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Agus, seluruh pembangunan yang menjadi tanggungan Pemprov Kaltim, mulai dari instalasi pengolahan hingga sistem utama, telah rampung. Kini, progres proyek bergantung pada penyelesaian jaringan pipa sepanjang 26 kilometer yang menjadi kewenangan PT Indominco.
“Pemasangan pipa dari kawasan tambang menuju instalasi adalah bagian yang harus diselesaikan oleh Indominco. Harapan kami, Agustus mendatang pekerjaan ini sudah bisa dirampungkan sehingga layanan air bersih dapat segera dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau warga untuk tetap bersabar menanti hasil akhir proyek tersebut. Agus menegaskan bahwa proyek skala besar semacam ini memerlukan ketelitian dan waktu pengerjaan bertahap, agar hasilnya benar-benar optimal dan berkelanjutan.
“Semua pihak sedang bekerja keras. Kami meminta masyarakat tetap memberikan dukungan dan memahami bahwa proses teknis semacam ini tidak bisa dipaksakan serba cepat,” tandasnya. (Adv/dprdkaltim)
