Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Warga Balikpapan beberapa waktu terakhir sempat dibuat gelisah akibat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian. Kota yang selama ini dikenal sebagai pusat industri energi justru menghadapi antrean panjang kendaraan dan keterbatasan pasokan jenis Pertalite maupun Pertamax.

Menanggapi situasi ini, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjelaskan bahwa kelangkaan BBM tidak berkaitan dengan habisnya stok, melainkan disebabkan oleh persoalan teknis menyangkut mutu bahan bakar yang datang dari luar negeri.

“BBM-nya sebenarnya sudah masuk, hanya saja kualitasnya belum sesuai standar atau off-spec. Maka harus diproses ulang terlebih dahulu agar bisa digunakan,” ungkap Rudy, Senin (26/5/2025).

Ia menyebutkan bahwa sebagian kebutuhan BBM nasional, termasuk yang dikonsumsi di Balikpapan, masih mengandalkan impor. Setiap kiriman yang datang wajib melalui uji kelayakan mutu oleh Pertamina sebelum dapat disalurkan ke masyarakat. Bila hasil pengujian tidak memenuhi syarat, maka pengiriman pun tertunda untuk dilakukan perbaikan.

Untuk mengisi kekosongan selama proses tersebut berlangsung, distribusi BBM sementara dialihkan dari daerah lain seperti Banjarmasin dan Kota Baru. Namun, pengalihan ini memerlukan waktu pengiriman tambahan hingga satu hari penuh, yang membuat distribusi ke SPBU di Balikpapan tak bisa segera dipulihkan.

Gubernur Rudy menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah kembali stabil dan tidak ada lagi hambatan distribusi. Pemerintah Provinsi Kaltim juga terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak Pertamina untuk mencegah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Pasokan sudah kembali normal. Kami akan memastikan distribusi BBM di Balikpapan tetap lancar dan terjaga ke depannya,” kata Rudy.

Langkah pengawasan distribusi BBM akan terus diperketat oleh pemerintah daerah bersama stakeholder terkait, sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan pasokan energi dan melindungi kebutuhan masyarakat. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *