Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat fokus pembangunan manusia dengan mendorong peningkatan kualitas generasi muda. Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam skala global, seiring derasnya arus transformasi sosial dan ekonomi.

Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menuturkan bahwa Kaltim saat ini berada pada periode bonus demografi, dengan proporsi usia produktif yang mendominasi struktur penduduk. Menurutnya, peluang ini harus dimaksimalkan melalui pengembangan pendidikan yang tidak hanya menyasar angka partisipasi, tetapi juga mutu.

“Bonus demografi ini menjadi peluang besar untuk melahirkan generasi yang tangguh, yang tidak hanya mengandalkan ijazah tapi punya kemampuan untuk bersaing dalam iklim global yang serba cepat dan kompleks,” ungkap Sri Wahyuni, Rabu (28/5/2025).

Ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk membuka lebih luas akses pendidikan tinggi. Program kuliah gratis, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, serta insentif untuk menempuh studi di kampus unggulan dalam dan luar negeri menjadi bagian dari strategi tersebut.

Menurutnya, transformasi pendidikan bukan hanya soal menaikkan angka lulusan, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi dapat membentuk insan muda yang berpikir adaptif, kreatif, dan kritis terhadap perubahan zaman.

“Pendidikan tinggi bukan sekadar soal gelar, tetapi bagaimana proses itu mencetak individu yang visioner dan siap berinovasi. Di situlah letak tantangan sesungguhnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Kaltim juga terus memperluas jejaring kolaborasi global melalui institusi pendidikan tinggi lokal. Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kaltim, misalnya, aktif menjalin kemitraan dengan universitas mancanegara dalam bentuk pertukaran pelajar, program pelatihan lintas negara, serta penguatan kapasitas dosen.

“Pengalaman internasional akan memperkaya wawasan mahasiswa. Kita ingin mereka terbiasa dengan atmosfer global agar tidak canggung menghadapi tantangan internasional,” tambahnya.

Tak hanya menggandeng mitra di kawasan Asia, ke depan Kaltim juga akan memperluas kemitraan ke negara-negara dengan sistem pendidikan yang unggul, seperti Australia dan wilayah lain yang memiliki standar akademik tinggi.

Kebijakan ini sejalan dengan misi Kaltim dalam membangun generasi emas yang tidak hanya memiliki kesiapan untuk bekerja, tapi juga menjadi pelaku utama dalam percaturan ekonomi dan pengetahuan global. Peningkatan kualitas SDM diyakini akan menjadi penopang utama dalam menyambut pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan menyongsong era Indonesia Emas 2045. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *