Timesnusantara.com — Samarinda. Upaya evakuasi korban bencana tanah longsor di kawasan Jalan Gerilya, Gang Keluarga, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), resmi dihentikan pada Rabu (28/5/2025). Enam orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut berhasil ditemukan seluruhnya, dengan lima selamat dan satu dinyatakan meninggal dunia.
Korban meninggal, seorang perempuan bernama Sutiah (40), ditemukan pada hari kedua setelah longsor terjadi. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta para relawan bekerja tanpa henti sejak pagi hari demi menemukan korban terakhir.
Bencana ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang melanda kawasan padat penduduk tersebut. Akibatnya, lima unit rumah warga mengalami kerusakan parah dan seluruh penghuni dievakuasi. Banyak di antara mereka kini tidak lagi memiliki tempat tinggal yang layak.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Gubernur Kaltim yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, hadir langsung di lokasi bencana pada Kamis, 29 Mei 2025. Ia datang bersama sejumlah pengurus partai untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Dalam kesempatan itu, Seno menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar para korban dapat segera menempati hunian sementara dalam bentuk rumah kontrakan. Ia juga mendorong percepatan pembangunan hunian permanen yang layak huni, dengan dukungan lintas lembaga dari tingkat kota hingga provinsi.
Ia menyoroti bahwa wilayah terdampak berada di zona rawan bencana secara geologis. Karena itu, ia menegaskan pentingnya keterlibatan para ahli geologi dalam proses perencanaan pembangunan di kawasan serupa.
“Tidak bisa lagi membangun di area rawan tanpa perhitungan matang. Jika kejadian serupa terulang, pemerintah dan masyarakat akan kembali dirugikan,” tegasnya.
Seno juga meminta agar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengutamakan pendekatan mitigasi risiko bencana dalam program pembangunan permukiman. Menurutnya, strategi jangka panjang ini penting untuk menekan dampak bencana di masa mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan kemanusiaan berupa bahan pangan, makanan instan, dan uang tunai turut disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan ini berasal dari pengurus DPD Gerindra Kaltim serta anggota DPRD dari tingkat kota dan provinsi.
Ketua DPRD Samarinda yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Kota Samarinda, Helmi Abdullah, turut hadir bersama anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Gerindra, Deni Hakim Anwar. Mereka menyatakan komitmen untuk terus memantau perkembangan situasi pascabencana dan memastikan proses pemulihan berjalan lancar.
Pasca berakhirnya operasi penyelamatan, perhatian kini bergeser pada tahap rehabilitasi dan relokasi warga ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret guna mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana ke depan.
“Tragedi ini menjadi alarm bagi semua pihak agar menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam tata ruang dan pembangunan permukiman,” pungkas Seno. (ADV Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
