Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur (Kaltim), Anwar Sanusi, menegaskan pentingnya edukasi masyarakat dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan usai mendampingi Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dalam aksi bersih-bersih di kawasan Islamic Center, Samarinda, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Anwar mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih banyaknya sampah plastik yang berserakan, termasuk di sekitar tempat ibadah.

“Saya sangat sedih menemukan botol minuman keras di lingkungan masjid. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih rendah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa membuang sampah sembarangan, khususnya plastik, telah diatur dalam Perda dan dapat dikenai sanksi.

“Selama ini kita belum maksimal memberdayakan masyarakat. Edukasi harus ditingkatkan agar mereka sadar akan dampak buruk sampah plastik,” katanya.

Anwar juga menyoroti kurangnya pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia, seperti pabrik pengolah limbah plastik di Sanga-Sanga.

“Pabrik itu sebenarnya sudah membantu kita, tapi masyarakat belum memanfaatkannya secara maksimal,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan sampah plastik, DLH Kaltim telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengadakan pembersihan serentak di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Kami sudah rapat dengan kabupaten dan kota. Hari ini mereka serempak mengadakan pembersihan sampah plastik,” ungkap Anwar.

Ia juga menekankan perlunya penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggar Perda sebagai langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Mungkin penerapan sanksi bisa menjadi solusi. Begitu ketahuan langsung didenda, mungkin orang akan jera,” ujarnya.

Anwar berharap media dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik.

“Kami minta tolong teman-teman media untuk membantu menyadarkan masyarakat agar tidak membuang plastik sembarangan,” pintanya.

Aksi bersih-bersih di Islamic Center ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi polusi plastik di Kaltim. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *