Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, memimpin aksi bersih-bersih di sekitar Masjid Islamic Center Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam mengelola sampah plastik.

Seno Aji menyoroti kondisi selokan di sekitar Islamic Center yang dipenuhi sampah plastik, seperti botol minuman dan sedotan. Ia menekankan bahwa meskipun terlihat sepele, akumulasi sampah plastik dapat menyebabkan penyumbatan saluran air dan berpotensi menimbulkan banjir.

“Kalau sudah selokan sumbat, banjir. Nah kalau sudah banjir, siapa yang disalahkan? Pemerintah lagi yang disalahkan,” ujarnya.

Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah plastik, Pemprov Kaltim berencana membangun pabrik daur ulang di setiap kabupaten dan kota. Pabrik tersebut akan memproduksi kompos dan biji plastik yang dapat diolah menjadi produk daur ulang seperti ember dan peralatan rumah tangga lainnya.

Rencana ini sedang dalam tahap diskusi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai referensi, mengingat keberhasilan mereka dalam mengelola limbah plastik.

“Insya Allah kita akan membuat satu pabrik daur ulang plastik di Kalimantan Timur. Kalau bisa setiap kabupaten ada,” kata Seno Aji.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga tengah mengembangkan armada pengangkut sampah elektrik yang bebas emisi. Kendaraan ini dirancang untuk menjangkau gang-gang kecil tanpa mencemari lingkungan, sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari gerakan nasional ‘Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Plastik’ yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, dengan tema ‘Hentikan Polusi Plastik.’

Seno Aji mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa, pengemudi, dan wisatawan, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat sangat penting dalam upaya menjaga lingkungan hidup.

“Kita benar-benar bersama-sama menjaga sampah masing-masing agar tidak dibuang kemana-mana,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kaltim dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah plastik dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *