Timesnusantara.com Samarinda — Program Percepatan Implementasi Gaspol Pendidikan (PETA POLPEN) yang resmi digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada pertengahan November 2025 disambut positif oleh DPRD Kaltim.
Inisiatif ini dinilai sebagai terobosan penting untuk membuka akses pendidikan sekaligus memperbaiki kualitas layanan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, mengapresiasi langkah pemerintah provinsi dan menegaskan bahwa sektor pendidikan harus berada di garis depan pembangunan daerah.
“Pendidikan tidak boleh lagi menjadi beban bagi anak-anak dan keluarga di Kaltim,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Darlis menekankan bahwa DPRD berkomitmen penuh mengawal alokasi anggaran yang digelontorkan untuk PETA POLPEN. Ia menilai akurasi sasaran merupakan syarat mutlak agar program berjalan sesuai tujuan.
“Kami akan memastikan setiap rupiah digunakan tepat guna, tanpa ruang untuk penyimpangan,” tegasnya.
Ia juga menyebut pentingnya memperkuat koordinasi antara legislatif dan eksekutif. Menurutnya, sinergi yang solid akan membantu menyelesaikan hambatan teknis di lapangan, sehingga manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Dengan pengawasan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap anak Kaltim memperoleh kesempatan pendidikan yang setara,” tambahnya.
PETA POLPEN bersama program Pendidikan Gratispol dipandang sebagai langkah nyata dalam mendorong pemerataan pendidikan hingga ke daerah-daerah 3T.
DPRD berharap kedua program ini mampu menekan ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah dan memberikan layanan yang layak bagi seluruh peserta didik.
Dengan komitmen bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi, program ini diyakini dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun masa depan generasi muda Kalimantan Timur.
Editor : RF
Penulis : Dani
