Bagikan 👇

Timesnusantara.com Samarinda — Progres perbaikan fender Jembatan Mahakam I kembali menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur.

Sudah berbulan-bulan sejak dua insiden beruntun pada Februari dan April 2025 merusak struktur pelindung jembatan, namun perbaikannya dinilai tak kunjung menunjukkan perkembangan berarti.

Insiden pertama terjadi pada 16 Februari 2025, ketika tongkang bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera (PMTS) menghantam pilar jembatan hingga fender pelindungnya rusak.

Belum genap dua bulan, 26 April 2025, Kapal Liberty 7 yang menarik tongkang batubara juga mengalami putus tali tambat saat menunggu jadwal pengolongan—menambah panjang daftar persoalan keselamatan di kawasan tersebut.

Pemerintah kemudian mewajibkan PMTS mengganti fender yang rusak. Perusahaan diberi dua pilihan: memperbaiki langsung atau menyerahkan biaya untuk dikerjakan pemerintah. PMTS memilih menangani sendiri dan menargetkan penyelesaian sebelum 2025 berakhir.

Namun memasuki November, perkembangan yang dijanjikan masih jauh dari harapan. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menilai komitmen perusahaan belum terlihat nyata.

“Dua pekan lalu kami diberi kabar bahwa rekanan sudah ditunjuk, tetapi realisasinya berjalan sangat pelan,” ujarnya pada Rabu (19/11/2025).

Sabaruddin menyebut cuaca serta proses lelang internal perusahaan memang sempat menghambat, namun alasan tersebut tidak boleh mengendurkan kewajiban untuk segera memberi kepastian jadwal.

“Situasi apapun, tanggung jawab tetap harus diselesaikan. Kami butuh timeline yang jelas,” tegasnya.

DPRD Kaltim berencana memanggil kembali PMTS dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk rapat dengar pendapat dalam waktu dekat.

“Kami ingin mendengar langsung skema teknis pemasangan fender dan memastikan proyek ini tidak kembali tertunda,” tutup Sabaruddin.

Editor : RF
Penulis : Dani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *