Timesnusantara.com – Samarinda – Keberadaan pasar tradisional dinilai masih menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian masyarakat Kota Samarinda. Karena itu, DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah daerah untuk terus melanjutkan program revitalisasi pasar yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan revitalisasi pasar tradisional sangat penting untuk menjaga denyut ekonomi kerakyatan agar mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Menurutnya, revitalisasi tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi harus menyentuh kenyamanan pedagang dan pembeli, mulai dari kebersihan, drainase, area parkir, hingga penataan lapak yang lebih tertata.
“Pasar tradisional itu nadi ekonomi rakyat. Kalau mau tetap ramai dan bersaing dengan pasar modern, fasilitasnya harus dibenahi. Kebersihan, drainase, parkir, penataan lapak, semua harus jadi perhatian,” ujar Viktor Yuan.
Ia menambahkan, revitalisasi juga harus dibarengi dengan pembinaan terhadap pedagang agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk transaksi digital dan peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen.
“Kita hidup di era digital. Pedagang kita juga harus didorong melek digital, supaya tidak kalah saing. Jadi revitalisasi fisik harus sejalan dengan pembinaan SDM pedagang,” tambahnya.
DPRD menilai peningkatan kualitas pasar tradisional akan berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga stabilitas harga dan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penganggaran untuk sektor perdagangan rakyat perlu tetap menjadi perhatian dalam pembahasan APBD.
Melalui fungsi pengawasan, Komisi II DPRD Kota Samarinda akan terus memantau pelaksanaan program revitalisasi agar benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Editor: RF
