Timesnusantara.com – Samarinda– DPRD Kota Samarinda menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari tersusunnya dokumen perencanaan. Setiap kebijakan perlu diterjemahkan menjadi program yang dapat diukur pelaksanaannya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam hearing Komisi III DPRD Kota Samarinda bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) pada Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas arah rencana kerja Tahun Anggaran 2026 dan rencana kerja 2027 sebagai bagian dari sinkronisasi kebijakan pembangunan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, mendorong agar proses perencanaan tidak hanya berhenti di ruang rapat, tetapi benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus kemampuan daerah dalam melaksanakan program di lapangan.
Menurutnya, perencanaan yang baik harus memiliki kesinambungan yang jelas antara target, anggaran, dan pelaksanaan di lapangan.
“Perencanaan itu jangan hanya bagus di dokumen saja. Harus terukur, dari targetnya jelas, anggarannya ada, dan pelaksanaannya bisa diawasi. Kalau tidak ada kesinambungan, program berisiko tidak memberikan hasil yang optimal,” ujar Arif Kurniawan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi secara berkala terhadap program yang telah berjalan. Evaluasi tersebut diperlukan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan berikutnya agar pembangunan lebih tepat sasaran.
“Kami di Komisi III selalu tekankan, program yang sudah jalan itu harus dievaluasi. Apa yang kurang, apa yang perlu diperbaiki di lapangan, itu yang jadi bahan kita untuk rencana kerja 2027 nanti,” tambahnya.
Masukan dari masyarakat, lanjut Arif, juga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan. DPRD berharap setiap perangkat daerah mampu membuka ruang komunikasi agar persoalan yang muncul di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan.
Dengan penguatan koordinasi antara DPRD dan pemerintah kota, pembangunan Kota Samarinda diharapkan semakin terarah, terukur, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Editor: RF
Sumber: A
