Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong sektor pariwisata agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan destinasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Kukar.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, pola pengembangan pariwisata harus mampu mengubah Kukar dari sekadar daerah persinggahan menjadi destinasi yang memberikan pengalaman sekaligus aktivitas ekonomi bagi wisatawan.

“Bukan hanya tempat untuk persinggahan yang singkat, tetapi juga bagaimana orang bisa membelanjakan uangnya di Kutai Kartanegara. Dengan begitu, pariwisata Kukar bisa meningkat secara keseluruhan,” ujar Rendi Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, dampak pengembangan pariwisata dapat dilihat dari pertumbuhan sektor pendukung, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tingkat okupansi hotel.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan berbagai festival sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya tarik wisata.

Selain Erau, festival yang digelar di 20 kecamatan juga dinilai memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

“Festival seperti Erau harus dilaksanakan dan dilestarikan. Banyak festival di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara yang tetap wajib dilaksanakan, bahkan kapasitasnya perlu diperbesar ke depan,” katanya.

Rendi menjelaskan, konsep One District, One Festival atau satu kecamatan satu festival telah masuk dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Melalui konsep tersebut, setiap kecamatan diharapkan dapat mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan potensi dan karakter wilayah masing-masing.

Tidak hanya pemerintah daerah, keterlibatan dunia usaha juga dinilai penting. Rendi mendorong perusahaan yang beroperasi di Kukar turut mengambil peran melalui kegiatan pariwisata di wilayah operasionalnya.

Ia bahkan mendorong konsep One Company, One Festival, yakni setiap perusahaan besar dapat berkontribusi melalui penyelenggaraan festival atau kegiatan yang mendukung pariwisata daerah.

“Satu perusahaan besar di Kutai Kartanegara harus punya satu festival yang baik. Artinya, jelas kontribusinya untuk pariwisata,” ujarnya.

Rendi menilai potensi ekonomi sektor pariwisata masih terbuka luas. Ia menyebut perputaran uang sektor pariwisata di Indonesia mencapai sekitar Rp7,1 triliun. Jika Kukar mampu menarik satu persen dari angka tersebut, menurutnya, potensi perputaran uang di daerah dapat mencapai sekitar Rp70 miliar.

“Bayangkan kalau Kutai Kartanegara bisa menarik satu persen saja. Itu sekitar Rp70 miliar perputaran uang di Kutai Kartanegara dalam bidang pariwisata,” jelasnya.

Karena itu, pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, hingga perusahaan.

“Bukan hanya dinas yang bekerja, bukan hanya OPD, dan bukan hanya pemerintah. Perusahaan juga harus ikut berkontribusi secara nyata untuk bidang pariwisata di Kutai Kartanegara,” tegas Rendi. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *