Timesnusantara.com – KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman berharap kejuaraan panjat tebing Bupati Kutim Cup terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus agenda olahraga tahunan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Ardiansyah ketika membuka National Climbing Series III Bupati Kutai Timur Cup V Tahun 2026 di Lapangan Panjat Tebing Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, keberlanjutan kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat atlet sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan pada tingkat nasional.
Ardiansyah bahkan menyampaikan harapannya agar kejuaraan tersebut dapat kembali dilaksanakan pada 2027 melalui penyelenggaraan Bupati Kutim Cup VI.
“Mudah-mudahan tahun depan kita akan tetap kembali melaksanakan Climbing Bupati Cup yang keenam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Bupati Kutim Cup selama ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur yang jatuh setiap 12 Oktober.
Pada 2026, peringatan HUT ke-27 Kutim juga diramaikan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua yang dipusatkan di Rumah Adat Kutai.
Menurut Ardiansyah, momentum hari jadi daerah dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan positif, baik dalam bidang olahraga maupun pelestarian kebudayaan.
Ia berharap penyelenggaraan kompetisi panjat tebing secara rutin mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas atlet lokal.
Terlebih, fasilitas latihan di kawasan Bukit Pelangi telah dimanfaatkan para atlet untuk menjalani pembinaan secara berkelanjutan.
Ardiansyah mengaku sering menyaksikan para atlet berlatih hingga menjelang malam ketika dirinya pulang dari kantor.
Semangat para atlet tersebut menjadi alasan pentingnya mempertahankan keberadaan kompetisi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga panjat tebing.
“Saya berharap momentum seri ketiga ini bisa lebih meningkatkan prestasi dan memberikan semangat kepada para atlet, mulai dari junior sampai senior,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Kabupaten FPTI Kutim Aji Fahriza Hakim menjelaskan bahwa National Climbing Series III Bupati Kutim Cup V merupakan bagian dari agenda tahunan kompetisi nasional Pengurus Pusat FPTI.
Ia menyebutkan, pada 2026 terdapat tiga seri kejuaraan yang diselenggarakan di berbagai daerah, yakni Tangerang, Manado, dan Sangatta.
Kutai Timur dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan seri ketiga sekaligus penutup rangkaian kompetisi nasional tersebut.
Aji melaporkan bahwa kejuaraan berlangsung pada 9–14 Oktober 2026 dan melibatkan sebanyak 222 atlet dari 44 klub atau perwakilan yang berasal dari 11 provinsi.
Menurutnya, kehadiran atlet dari berbagai daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarkomunitas panjat tebing sekaligus meningkatkan kualitas persaingan.
“Kami berharap kejuaraan ini menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi, mengembangkan potensi atlet, serta mempererat persaudaraan dan sportivitas di antara insan panjat tebing Indonesia,” kata Aji.
Ardiansyah menambahkan, pembinaan atlet yang dilakukan secara konsisten harus terus didukung melalui fasilitas yang memadai dan kesempatan mengikuti kompetisi.
Ia berharap prestasi panjat tebing Indonesia yang telah dikenal pada tingkat internasional dapat menjadi motivasi bagi atlet Kutai Timur untuk terus berkembang.
Dengan penyelenggaraan Bupati Cup secara berkesinambungan, Kutai Timur diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah dalam berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. (ADV/KUTIM).
Editor : RF
Sumber : ALW
