Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri memprioritaskan pengembangan transportasi publik serta pengendalian banjir pada periode kedua masa jabatan mereka. Komitmen ini ditegaskan Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Syaparuddin.

“Seluruh program yang sudah dirancang di periode sebelumnya akan dilanjutkan dengan peningkatan kualitas dan cakupan yang lebih luas,” ujar Syaparuddin, Minggu (23/2/2025).

Salah satu fokus utamanya adalah mewujudkan sistem transportasi massal yang ramah lingkungan. Saat ini, studi kelayakan untuk mengoptimalkan akses ke Bandara APT Pranoto tengah berlangsung.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan rencana induk jaringan trayek dan sistem transportasi berbasis jalan yang terintegrasi.

Pada periode pertama, Andi Harun bersama Rusmadi telah melaksanakan sejumlah program prioritas, seperti pengendalian banjir, digitalisasi layanan transportasi, serta pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Meski begitu, masih terdapat beberapa kawasan rawan banjir seperti Bengkuring dan Damanhuri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Pengendalian banjir akan tetap menjadi perhatian utama. Kami juga menargetkan pengembangan transportasi modern yang sudah melalui kajian mendalam agar bisa segera direalisasikan,” tegasnya.

Tantangan terbesar dalam mewujudkan program-program tersebut adalah keterbatasan anggaran. Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa pemerintah kota untuk beradaptasi melalui efisiensi pengeluaran.

Langkah-langkah yang ditempuh di antaranya adalah pengurangan kegiatan dinas luar kota, penghematan studi banding, serta optimalisasi aktivitas internal.

“Dengan pengelolaan keuangan yang lebih efisien, kami yakin program prioritas tetap bisa berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Selain transportasi dan banjir, akses air bersih juga menjadi perhatian penting. Dalam visi Samarinda Maju, Kaltim Maju, pemerintah menargetkan akses air bersih mencapai 100 persen sambil terus mengurangi kawasan kumuh melalui peningkatan fasilitas sanitasi. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *