Timesnusantara.com — Samarinda. Permasalahan infrastruktur di kawasan pinggiran Kota Samarinda kembali mencuat. Warga Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, mengadukan tiga masalah utama kepada DPRD Samarinda: kerusakan jalan, kesulitan akses air bersih, dan kurangnya lampu penerangan jalan umum (PJU).
Keluhan tersebut disampaikan saat reses anggota DPRD Samarinda dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Jasno, yang digelar di RT 9 Simpang Pasir dan dihadiri sekitar 300 warga. Jasno menegaskan bahwa infrastruktur masih menjadi permasalahan dominan yang disuarakan masyarakat.
Keluhan paling mendesak datang dari kondisi Jalan Gotong Royong yang rusak parah. Kerusakan ini dipicu oleh intensitas lalu lintas kendaraan berat, seperti truk kontainer, yang melintas setiap hari.
“Meski perbaikan sudah dilakukan di beberapa titik, penyelesaiannya belum maksimal. Masalah ini butuh perhatian lebih,” ujar Jasno, Rabu (26/2/2024).
Selain jalan, akses air bersih menjadi persoalan mendesak. Beberapa wilayah di Simpang Pasir belum terjangkau pipa sekunder PDAM lantaran tidak memenuhi syarat minimal 22 kepala keluarga (KK) per wilayah. Faktor administrasi juga menjadi kendala karena masih banyak warga yang belum tercatat sebagai penduduk meski telah lama menetap.
Lebih lanjut, masalah penerangan jalan turut menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kurangnya LPJU di sejumlah titik, khususnya di Jalan Gotong Royong dan Jalan Bojonegoro. Kondisi gelap tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan dan berpotensi meningkatkan angka kriminalitas.
“Kami akan mendorong permasalahan ini agar segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” tutup Jasno. (R)
