Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Jembatan Mahakam I resmi ditutup sementara mulai Jumat (28/2/2025) menyusul insiden tabrakan tongkang bermuatan kayu yang menghantam salah satu tiang penyangga jembatan pada 16 Februari lalu. Penutupan ini dilakukan guna memastikan keamanan struktur jembatan sebelum kembali dibuka untuk umum.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Penutupan ini bertujuan untuk memungkinkan tim dari Balai Jembatan Nasional melakukan audit menyeluruh. Kami harus memastikan jembatan masih layak digunakan atau apakah diperlukan perbaikan sebelum dibuka kembali,” jelasnya.

Sebagai dampak penutupan ini, arus lalu lintas dialihkan melalui Jembatan Mahakam IV. Hendri menyebutkan bahwa beberapa skema telah diuji coba untuk meminimalkan kemacetan di jalur alternatif.

“Kami sudah mencoba beberapa alternatif, dan opsi terbaik saat ini adalah mengarahkan kendaraan ke Jembatan Mahakam IV. Meski ada antrean, kemacetannya masih bisa dikendalikan,” ujarnya.

Untuk kendaraan besar seperti bus antarkota dari Loa Janan, Balikpapan, dan daerah lain, dialihkan ke Jembatan Mahulu guna menghindari manuver sulit yang bisa memperparah kepadatan lalu lintas di Mahakam IV.

“Bus-bus besar kami arahkan ke Mahulu karena ruas di Mahakam IV tidak ideal untuk kendaraan berukuran besar. Ini demi kelancaran lalu lintas,” imbuh Hendri.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami kebijakan ini demi keselamatan bersama. Hingga saat ini, tim teknis masih melakukan pemeriksaan guna menentukan langkah selanjutnya terkait kelayakan Jembatan Mahakam I. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *